Pengadilan Arbitrase Internasional Tolak Banding Kasus Pembekuan Komite Olimpiade Rusia

AKURAT.CO, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menolak banding yang diajukan Rusia atas pembekuan komite olimpiade mereka oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Dalam keputusannya, CAS menolak gugatan Rusia yang menyatakan bahwa IOC tidak melanggar aturan dengan tidak mengakui Komite Olimpiade Rusia (ROC) sebagai anggota mereka.
“Panel CAS yang bertugas dalam kasus ini menolak banding dan mengonfirmasi keputusan atas gugatan (ROC),” kata CAS dalam keterangannya sebagaimana dipetik dari BBC.
Baca Juga: IOC Izinkan Rusia ke Olimpiade Paris, Vladimir Putin Justru Sarankan Atletnya 'Pikir-pikir Dulu'
“Menyatakan bahwa Dewan Eksekutif IOC tidak melanggar prinsip-prinsip hukum, kesetaraan, keterperkiraan, atau keseimbangan.”
CAS menegaskan bahwa keputusan mereka sudah tetap dan mengikat. Namun demikian, Rusia masih diberikan kesempatan untuk mengajukan banding ke Pengadilan Federal Swiss selambatnya 30 hari sejak keputusan ini dikeluarkan.
IOC membekukan status ROC sehubungan dengan tindakan lembaga Rusia tersebut dengan mengakui empat komite olimpiade wilayah di wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia sejak invasi pada 2022.
Komite olimpiade wilayah tersebut berada di Luhanks, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhia. Penangguhan oleh IOC berarti ROC tidak lagi diakui sebagai komite olimpiade nasional.
Keputusan CAS kali ini adalah keputusan terbaru dalam pasang-surut hubungan Rusia dan IOC sejak krisis di Ukraina. Pada Desember lalu, IOC mengizinkan atlet dari Rusia dan Belarusia berpartisipasi di Olimpiade Paris 2024.
Baca Juga: IOC Tangguhkan Keanggotaan Komite Olimpiade Rusia, Partisipasi Atlet Di Olimpiade Paris Terancam?
Syaratnya adalah atlet dari Rusia dan Belarusia tampil dengan bendera netral. Netral artinya tanpa membawa atribut kenegaraan seperti bendera, logo, dan lagu kebangsaan.
Presiden IOC, Thomas Bach, mengemukakan pembelaan atas keputusan ini dengan mengatakan bahwa atlet tak bisa dihukum karena tindakan yang dilakukan oleh pemerintah mereka.
Keputusan IOC mengizinkan atlet Rusia dan Belarusia tampil di Olimpiade Paris mendapat kecaman dari Ukraina. Mereka mengancam akan melakukan boikot jika kebijakan tersebut tak dicabut.
Rusia sendiri telah dieliminasi oleh dunia olahraga sejak militer mereka melakukan invasi ke Ukraina pada Februari 2022. Di antaranya mereka dicoret dari Kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








