Akurat

NOC Indonesia Dorong Pencak Silat Masuk Ekosistem Olimpiade Lewat AIMS

Leo Farhan | 4 November 2025, 17:22 WIB
NOC Indonesia Dorong Pencak Silat Masuk Ekosistem Olimpiade Lewat AIMS
 
AKURAT.CO, Komite Olimpiade (NOC) Indonesia terus memperkuat diplomasi olahraga di tingkat global dengan mendorong pencak silat bergabung ke Alliance of Independent Recognized Members of Sport (AIMS).
 
Langkah ini menjadi babak baru bagi olahraga warisan budaya Indonesia menuju pengakuan resmi International Olympic Committee (IOC) serta membuka peluang tampil di Youth Olympic Games Dakkar 2026.
 
Dorongan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara NOC Indonesia dan AIMS dalam Sidang Umum (General Assembly) AIMS di Lausanne, Swiss.
 
 
Penandatanganan ini menandai momentum penting bagi upaya memperluas diplomasi olahraga Indonesia sekaligus memperkuat posisi pencak silat di kancah internasional.
 
"Melalui kemitraan dengan AIMS, kita membuka jalan bagi pencak silat untuk masuk ke sistem Olimpiade. Ini langkah konkret agar olahraga tradisional Indonesia mendapat pengakuan global," kata Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, Selasa (4/11).
 
Pria yang karib disapa Okto itu menegaskan bahwa pencak silat kini berada di jalur yang tepat menuju panggung Olimpiade. Jika resmi bergabung dengan AIMS, pencak silat akan memperoleh legitimasi untuk berproses di dalam ekosistem olahraga internasional yang diakui IOC.
 
"Tujuan jangka pendeknya adalah tampil di Youth Olympic Games Dakkar 2026. Namun, ini merupakan proses panjang untuk memastikan pencak silat diakui sebagai bagian dari komunitas olahraga dunia," tambahnya.
 
 
Lebih lanjut, Okto menekankan pentingnya percepatan komunikasi antara Indonesia dan IOC untuk memperlancar proses pengakuan tersebut.
 
"Karena itu, kita perlu mempercepat proses perbaikan komunikasi antara Indonesia dan IOC. Kita ingin memastikan pencak silat segera direkognisi secara resmi," jelas Okto.
 
Keanggotaan pencak silat di AIMS bukan sekadar pencapaian organisasi, tetapi juga wujud diplomasi budaya Indonesia di level global.
 
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa olahraga tradisional dapat bertransformasi menjadi olahraga modern yang diakui dunia melalui tata kelola dan jejaring internasional yang kuat.
 
AIMS sendiri merupakan satu dari lima organisasi payung olahraga dunia yang diakui IOC, bersama GAISF, ARISF, ASOIF, dan AIOWF.
 
AIMS menaungi cabang olahraga non-Olimpiade yang sedang berproses menuju pengakuan IOC, dengan tujuan memperkuat tata kelola, memperluas jangkauan global, serta memfasilitasi komunikasi antara federasi olahraga dan IOC.
 
Beberapa cabang olahraga yang sebelumnya berada di bawah AIMS, seperti muaythai, cheerleading, dan lacrosse, kini telah memperoleh pengakuan IOC. Dengan bergabungnya pencak silat ke AIMS, Indonesia berharap warisan budaya ini dapat mengikuti jejak yang sama.
 
"Diplomasi olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia bisa menjadi bagian aktif dalam membangun ekosistem olahraga dunia. Pencak silat adalah simbol budaya kita, dan sudah saatnya dikenal serta diakui di panggung Olimpiade," tutup Okto.
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H