Akurat

Klarifikasi, Glory Mahasiswi AS Bantah Tuduhan Hoaks dalam Kunjungan Prabowo

Leo Farhan | 25 September 2025, 15:34 WIB
Klarifikasi, Glory Mahasiswi AS Bantah Tuduhan Hoaks dalam Kunjungan Prabowo

AKURAT.CO Nama Glory Lamria, mahasiswi asal Indonesia di Amerika Serikat, tengah jadi sorotan usai wawancaranya di sela kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke New York viral di media sosial.

Namun, momen itu justru dipelintir sejumlah akun yang disebut warganet sebagai homeless media, hingga memicu tuduhan tak berdasar, bahkan serangan pribadi yang berujung ancaman pembunuhan.

Dua akun yang paling ramai membahas isu ini adalah Big Alpha dan Barengwarga. Mereka menuding bahwa wawancara Glory sudah diatur pemerintah serta menyinggung soal fasilitas mewah yang dituduh ditanggung negara. 

Dalam unggahannya di X, akun @barengwarga menulis bahwa wawancara dengan diaspora sudah “di-set” oleh wartawan istana. Mereka juga menyebut Glory terlihat mengunggah foto berenang di Hotel Aman New York, tempat rombongan presiden menginap, dengan harga kamar mencapai USD 6.000–25.000 per malam.

Tidak hanya itu, akun tersebut juga mengaitkan mahasiswa diaspora lain yang diwawancara sebagai bagian dari kelompok tertentu, bahkan menuding mereka ikut menikmati fasilitas menginap gratis dari pemerintah.

Glory dengan tegas membantah semua tuduhan yang dilontarkan akun-akun tersebut. “Saya sebagai mahasiswa dibriefing pemerintah untuk bicara di depan media – salah. Wawancara itu terjadi spontan, ketika seorang jurnalis mendekati saya di depan hotel. Tidak ada briefing. Pernyataan saya murni pendapat pribadi, tidak mewakili pemerintah maupun pihak manapun,” jelas Glory, dikutip dari akun @bigalpha di Instagram, Rabu (24/9).

Glory juga menepis kabar dirinya menikmati fasilitas mewah yang dibayar negara. “Saya menginap di hotel tersebut dibiayai pemerintah – salah. Foto yang beredar berasal dari akun Instagram pribadi saya, tidak ada kaitannya dengan agenda pemerintah. Sampai sekarang saya tidak pernah menerima satu rupiah pun, apalagi fasilitas menginap sebagaimana diberitakan,” tegasnya.

Doxing hingga Ancaman Pembunuhan

Akibat isu yang viral, Glory mengaku menjadi korban serangan siber, termasuk doxing, ujaran kebencian, hingga ancaman pembunuhan.

“Semua itu berawal dari klaim sepihak yang tidak benar,” katanya. Glory pun berharap publik tetap tenang dan tidak mudah termakan isu provokatif.

“Teman-teman boleh setuju atau tidak setuju dengan wawancara di media. Negara ini negara demokrasi. Namun mari kita bijak: jangan biarkan isu ini dipelintir demi kepentingan tertentu yang justru merusak persatuan bangsa,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.