DNA Ridwan Kamil dan Anak Lisa Mariana Tak Cocok, Begini Penjelasan Ilmiah Lengkapnya

AKURAT.CO Bareskrim Polri akhirnya mengumumkan hasil tes DNA antara mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dengan Lisa Mariana dan anaknya yang berinisial CA. Dalam konferensi pers pada Rabu, 20 Agustus 2025, Kasubdit I Dittipdisiber Bareskrim Polri, Kombes Rizki Agung Prakoso, menegaskan bahwa tidak ditemukan kecocokan DNA antara Ridwan Kamil dan anak Lisa Mariana.
Tes dilakukan dengan metode buccal swab (usap pipi bagian dalam) dan tes darah. Sampel biologis tersebut kemudian diperiksa di laboratorium Pusdokkes Polri untuk analisis genetik. Hasilnya tegas: Ridwan Kamil dan CA dinyatakan non-identik, alias tidak memiliki hubungan biologis sebagai ayah dan anak.
Kasus ini membuat publik bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya tes DNA bisa menentukan apakah seseorang ayah atau ibu kandung dari seorang anak?
Apa Itu DNA dan Mengapa Bisa Jadi Identitas Unik?
DNA atau Deoxyribonucleic Acid merupakan materi genetik yang membawa instruksi biologis setiap makhluk hidup. DNA ini menentukan berbagai ciri fisik dan biologis seseorang, mulai dari warna rambut, kulit, hingga sifat bawaan.
Hal penting yang perlu dipahami: setiap orang punya DNA yang unik. Tidak ada dua individu dengan DNA yang persis sama, kecuali kembar identik. Itulah sebabnya DNA sering disebut sebagai “sidik jari genetik”.
Dalam konteks keluarga, setiap anak pasti mewarisi 50% DNA dari ayah dan 50% DNA dari ibu. Prinsip sederhana inilah yang jadi dasar ilmiah tes DNA dalam menentukan hubungan orang tua dan anak.
Bagaimana Ilmuwan Melakukan Tes DNA?
Proses tes DNA sebenarnya cukup kompleks, tetapi bisa dijelaskan dalam beberapa tahap sederhana:
-
Pengambilan Sampel
DNA bisa diperoleh dari darah, air liur, rambut, atau bahkan kuku. Dalam kasus Ridwan Kamil dan Lisa Mariana, sampel diambil melalui darah dan usapan pipi bagian dalam (buccal swab). -
Ekstraksi DNA
Sampel kemudian diproses di laboratorium untuk memisahkan DNA dari komponen sel lainnya. -
Amplifikasi dengan PCR (Polymerase Chain Reaction)
PCR bekerja seperti mesin fotokopi genetik. Potongan DNA digandakan agar cukup banyak untuk dianalisis. -
Analisis Marker Genetik (STR Analysis)
Inilah inti pemeriksaan. Ilmuwan memeriksa bagian DNA tertentu yang disebut Short Tandem Repeats (STR). STR adalah segmen DNA yang berulang-ulang, dan jumlah pengulangannya berbeda pada setiap orang.
Prinsip Kecocokan DNA antara Orang Tua dan Anak
Karena anak mewarisi separuh DNA dari kedua orang tuanya, maka:
-
Setiap lokus STR pada DNA anak harus memiliki satu bagian yang cocok dengan ayah dan satu bagian yang cocok dengan ibu.
-
Jika dari puluhan lokus yang diperiksa tidak ada kecocokan signifikan, maka secara ilmiah hubungan biologis bisa disangkal.
-
Tingkat akurasi tes DNA sangat tinggi, mencapai lebih dari 99,9%.
Sebagai gambaran, jika pada satu lokus anak memiliki kode genetik “12, 16”, maka kode tersebut harus bisa dijelaskan: “12” mungkin diwarisi dari ibu, sementara “16” berasal dari ayah. Kalau angka-angka ini tidak pernah cocok dengan pihak yang diuji, maka kesimpulannya jelas: bukan hubungan orang tua kandung.
Kenapa Tes DNA Sangat Akurat?
Tes DNA dianggap sebagai metode paling sahih untuk menentukan hubungan biologis karena beberapa alasan:
-
DNA itu unik bagi setiap orang, kecuali kembar identik.
-
STR analysis memeriksa banyak titik genetik sekaligus, biasanya 15–20 locus, sehingga kemungkinan salah cocok hampir nol.
-
Hasil dilengkapi perhitungan statistik berupa Paternity Index yang menunjukkan probabilitas seseorang sebagai ayah biologis.
Dengan kombinasi faktor-faktor ini, tes DNA menjadi bukti ilmiah yang tak terbantahkan baik dalam dunia medis maupun hukum.
Manfaat Tes DNA Selain Menentukan Hubungan Biologis
Meski sering dikaitkan dengan kasus hukum atau sengketa keluarga, tes DNA sebenarnya punya manfaat yang lebih luas:
-
Medis: mendeteksi penyakit genetik sejak dini.
-
Forensik: mengidentifikasi korban bencana atau kasus kriminal.
-
Kesehatan personal: mengetahui risiko penyakit tertentu atau bahkan potensi gaya hidup yang lebih cocok.
Artinya, tes DNA bukan hanya soal siapa ayah atau ibu biologis seseorang, tetapi juga bisa menjadi alat untuk memahami tubuh dan masa depan kesehatan individu.
Kesimpulan
Kasus tes DNA Ridwan Kamil dan Lisa Mariana membuka kembali perhatian publik pada sains di balik pemeriksaan genetik. Secara ilmiah, setiap anak mewarisi 50% DNA dari ayah dan 50% dari ibu. Dengan memeriksa bagian DNA yang disebut STR, ilmuwan bisa memastikan hubungan orang tua dan anak dengan tingkat akurasi hampir sempurna.
Tes DNA pun tak hanya relevan untuk kasus hukum, tetapi juga penting untuk dunia medis, forensik, hingga kesehatan personal.
Baca Juga: Hasil Tes DNA Keluar, Ridwan Kamil Bukan Ayah Biologis Anak Lisa Mariana
Baca Juga: Apa Hasil Tes DNA Ridwan Kamil dan Lisa Mariana? Simak Info Terbarunya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









