Apakah Tes DNA Cukup Sekali? Fakta Ilmiah di Balik Kasus Ridwan Kamil

AKURAT.CO Belakangan publik ramai membicarakan hasil tes DNA yang melibatkan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), dengan seorang perempuan bernama Lisa Mariana dan anaknya berinisial CA. Tes DNA yang dilakukan Polri dinyatakan sah, prosedural, dan final. Namun muncul pertanyaan dari sebagian pihak: apakah tes DNA hanya sekali saja sudah cukup untuk memastikan keakuratan hasilnya?
Pertanyaan ini penting, terutama karena tes DNA sering digunakan dalam kasus hukum, sengketa keluarga, hingga identifikasi medis. Untuk menjawabnya, mari kita pahami bagaimana tes DNA bekerja dan sejauh mana keandalannya.
Apa Itu Tes DNA dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Tes DNA (Deoxyribonucleic Acid) adalah metode ilmiah yang membandingkan profil genetik seseorang dengan individu lain untuk melihat hubungan biologis, misalnya antara orang tua dan anak.
Prosesnya dilakukan dengan mengambil sampel biologis seperti darah, air liur, rambut, atau jaringan tubuh lain. Dari sampel ini, laboratorium akan mengekstraksi DNA, lalu membandingkan penanda genetik (genetic markers) untuk menemukan kecocokan.
Jika sejumlah besar marker menunjukkan kesamaan, maka dapat dipastikan adanya hubungan biologis. Tingkat akurasinya bahkan bisa mencapai 99,99% jika memang ada hubungan darah.
Seberapa Akurat Tes DNA Sekali Dilakukan?
Menurut para ahli forensik, tes DNA yang dilakukan oleh laboratorium resmi dengan standar internasional sudah sangat akurat.
-
Presisi Tinggi: Tes DNA modern menggunakan teknologi PCR (Polymerase Chain Reaction) yang mampu menganalisis DNA dengan tingkat detail luar biasa.
-
Konsistensi: Hasil tes yang dilakukan di laboratorium berbeda akan tetap sama, asalkan prosedurnya sesuai standar.
-
Minim Kesalahan: Kesalahan biasanya bukan pada metode, melainkan pada faktor teknis seperti kontaminasi sampel, human error, atau prosedur yang tidak sesuai.
Hal ini pula yang ditegaskan Ridwan Kamil dalam keterangannya: “Mau di mana aja (tesnya), seribu persen hasilnya sama.” Artinya, hasil tes DNA yang dilakukan sesuai prosedur tidak berubah meskipun diulang di tempat lain.
Apakah Tes DNA Perlu Diulang?
Meski satu kali tes DNA umumnya sudah final, ada kondisi tertentu yang membuat pengulangan mungkin diperlukan:
-
Jika ada dugaan kontaminasi sampel (misalnya sampel bercampur dengan DNA orang lain).
-
Jika laboratorium tidak kredibel atau tidak mengikuti standar internasional.
-
Jika ada perbedaan hasil antara tes yang dilakukan di dua laboratorium berbeda.
Namun, jika tes dilakukan di laboratorium resmi yang diawasi lembaga berwenang seperti Polri, hasilnya final, mengikat, dan sah secara hukum. Seperti disampaikan kuasa hukum RK, Muslim Jaya Butar-butar: “Tes sudah dilakukan secara prosedural, final, mengikat, dan sah secara hukum.”
Dengan kata lain, permintaan tes ulang biasanya lebih dipicu faktor psikologis atau keinginan pribadi, bukan karena aspek ilmiah.
Kenapa Kasus RK dan Lisa Mariana Jadi Sorotan?
Kasus ini menarik perhatian publik karena menyangkut figur publik besar. Ridwan Kamil menyebut hasil tes DNA sudah cukup untuk membuktikan tudingan Lisa tidak berdasar. Ia bahkan menyatakan lega:
“Secara umum juga saya sudah lega ya, fitnah besar ini bisa ditepis oleh sebuah cara ilmiah yaitu tes DNA.”
Dari sisi hukum, hasil DNA ini memperkuat posisinya dalam laporan dugaan pencemaran nama baik. Sedangkan dari sisi publik, muncul perdebatan apakah tes DNA sekali sudah cukup untuk menutup semua spekulasi.
Jadi, Apakah Sekali Tes DNA Sudah Cukup?
Jawabannya: ya, tes DNA sekali saja sudah cukup asalkan:
-
Sampel diambil dengan benar.
-
Tes dilakukan oleh laboratorium resmi dan berstandar.
-
Proses pengujian mengikuti prosedur ilmiah internasional.
Jika tiga hal itu terpenuhi, hasilnya tidak akan berubah meskipun tes diulang berkali-kali. Tes DNA bukan sekadar “pendapat”, melainkan bukti ilmiah dengan akurasi hampir sempurna.
Penutup
Kontroversi tes DNA yang menyeret nama Ridwan Kamil kembali membuka diskusi publik soal keandalan metode ilmiah ini. Faktanya, tes DNA yang dilakukan dengan benar hanya perlu sekali untuk membuktikan hubungan biologis secara akurat.
Baca Juga: Lisa Mariana - Ridwan Kamil Kompak Tak Hadiri Pengumuman Tes DNA .
Baca Juga: Lisa Mariana Marah Usai Hasil Tes DNA Diumumkan, Sebut Ridwan Kamil 'Tuyul'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









