Akurat

Heboh! Perdebatan Dedi Mulyadi dengan Aura Cinta, Gadis Remaja Korban Penggusuran Rumah Terkait Larangan Wisuda Sekolah!

Putri Chandra | 28 April 2025, 12:45 WIB
Heboh! Perdebatan Dedi Mulyadi dengan Aura Cinta, Gadis Remaja Korban Penggusuran Rumah Terkait Larangan Wisuda Sekolah!

AKURAT.CO Viral perdebatan Dedi Mulyadi dengan Aura Cinta, terkait adanya larangan wisuda sekolah yang dianggap membebani orang tua.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengundang sejumlah warga Kabupaten Bekasi yang terkena penertiban karena rumah mereka berdiri di atas aliran sungai, salah satunya gadis remaja bernama Aura Cinta.

Dalam pertemuan itu, nama Aura Cinta yang menjadi viral karena berani mengkritik kebijakan Dedi Mulyadi yang menggusur rumah orang tuanya tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

Perdebatan Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), dengan Aura Cinta dimulai saat gadis itu meminta keadilan.

Baca Juga: Dikabarkan Tabrak Anak Kecil di Tasikmalaya, Nama Yuke Dewa 19 Viral di Media Sosial

"Kan saya waktu dibikin video tik tok itu kan, caption nya itu kan bukan untuk kerohiman atau apapun. Saya tuh cuma minta keadilan," ucap Aura Cinta.

Kemudian, Dedi Mulyadi mempertanyakan bentuk keadilan apa yang diinginkan oleh Aura Cinta. Gadis itu kembali menjelaskan bahwa saat penggusuran terjadi, tidak ada musyawarah sebelumnya oleh masyarakat.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa remaja tersebut dan keluarganya menempati lahan milik negara yang sebenarnya tidak diperuntukkan sebagai tempat tinggal.

"Saya tanya, kalau anda tinggal di lahan orang, bayar ga?," tanya KDM.

"Bayar," jawab Aura Cinta.

Baca Juga: Viral! Sistem ETLE Tangkap Penumpang Main HP di dalam Mobil

Tak hanya itu, perdebatan Dedi Mulyadi dengan Aura Cinta semakin panas saat membahas larangan adanya wisuda di sekolah, hingga viral di media sosial.

Dikutip dari berbagai media sosial, Senin (28/4/2025), Aura Cinta terlihat berani dan percaya diri menyampaikan pendapatnya tentang larangan tidak boleh ada perpisahan sekolah yang membebani orang tua.

Ketika Dedi Mulyadi menanyakan kritik sang remaja tentang larangan mengadakan perpisahan sekolah yang membebani orang tua, Aura Cinta mencoba berdebat karena merasa tidak adil untuk adiknya yang tidak bisa merasakan perpisahan dengan teman-teman sekolahnya.

"Pertama gini pak, kalau sekolah tanpa wisuda kan, semua orang kan ga mampu ya, banyak rakyat miskin,"ucapnya.

"Iya sudah hidup susah tinggal di bantaran kali tapi sekolahnya mau gaya-gaya-an ada wisuda," jawab Dedi Mulyadi.

Tidak ingin menyerah, Aura Cinta kembali menegaskan pendapatnya mengenai kebijakan larangan wisuda sekolah dianggap tidak adil.

"Lebih tepat nya ga gitu sih pak, ini kan biar adil nih. Semua murid biar ngerasain perpisahan wisuda," jawab Aura Cinta, remaja yang mengaku sudah lulus sekolah dan ingin melanjutkan kuliah.

Aura Cinta ingin adiknya yang masih sekolah dapat merasakan wisuda sekolah, agar memiliki momen bersama teman-temannya.

Baca Juga: VIRAL Link Video Bella Kebaya Merah 16 Menit Terbaru, Cek Fakta dan Sosoknya

Dedi Mulyadi kembali bertanya terkait uang perpisahan sekolah siapa yang nanggung, dan langsung dijawab oleh Aura Cinta, "dari orang tua."

"Membebani ga?" tanya Dedi. Aura Cinta kembali menjawab dengan tegas bahwa hal itu memang membebani orang tua.

"Kenangan (sekolah) itu bukan saat perpisahan, kenangan indah itu saat proses belajar selama 3 tahun," kata Dedi Mulyadi.

Namun, Aura Cinta terlihat tidak mau mengalah begitu saja dan melanjutkan argumennya mengenai perpisahan sekolah sebagai bentuk interaksi dengan teman-temannya.

Baca Juga: Viral Video Wanita Baju Kuning Warung Madura, Ini Etika Bersosial Media dalam Islam

"Nggak juga sih pak, saya ngerasa kan saya udah lulus ya, kalau misalnya ga ada perpisahan, kita tuh ga bisa ngumpul bareng atau ngerasain eh gimana gimana kumpul interaksi sama temen-temen gitu pak," jelas Aura.

"Oke, yang bayar siapa?" tanya ulang Dedi Mulyadi, yang dijawab lagi oleh Aura Cinta yaitu orang tuanya.

"He eh rumah aja gak punya kok mau bayar perpisahan, gimana sih speak up nya," tegas Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi memberikan contoh bahwa seharusnya kritik disampaikan jika ada kebijakan gubernur yang memberatkan rakyat, seperti sekolah yang meminta iuran kepada siswa.

Perdebatan Dedi Mulyadi dengan Aura Cinta berakhir setelah Gubernur Jawa Barat itu menyatakan bahwa ia tetap akan membantu biaya tempat tinggal untuk warga Kabupaten Bekasi yang terkena dampak penertiban.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.