Biar Pelecehan Jurnalis di KRL Enggak Terulang, Catat Tips Terhindar Dari Pelecehan Seksual

AKURAT.CO, Pelecehan seksual bisa terjadi kapan saja seakan tak mengenal waktu, pelecehan bahkan bisa dilakukan seseorang pada waktu siang hari.
Tidak hanya, seseorang yang melakukan pelecehan seksual tak melihat korbannya apakah berpakaian terbuka atau tidak.
Baca Juga: Polisi Periksa Psikologis Korban Pelecehan Sesama Jenis di Kawasan Cisauk Kabupaten Tangerang
Contoh, seperti yang baru-baru ini viral terjadi dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh jurnalis berinisial QHS.
Dia berada dalam sebuah gerbong KRL untuk pulang selepas bekerja.
"Dalam kendaraan umum, bisa saja korban tidak menggunakan baju terbuka ataupun menampilkan lekuk tubuh tertentu namun mendapatkan pelecehan," ujar Amalia Riska, M.Psi.,Psikolog Professional Psychologist Partner in Roslina Verauli & Partners, Jumat (19/7/2024).
Hal itu menurut Amalia bisa terjadi sebab pelaku pelecehan seksual yang ingin menyalurkan hasrat seksnya.
"Hal ini salah satunya bisa terjadi jika pelaku tidak mampu menahan hawa nafsunya," ucapnya.
Amalia membagikan tips atau cara untuk melawan pelaku yang melakukan pelecehan seksual.
"Umumnya, korban merespons pelecehan seksual dengan respon: fight (menyerang sumber pelecehan), flight (kabur dari sumber pelecehan), freeze (diam), dan fawn (setelah gagal melakukan fight, flight, atau freeze, korban melakukan hal yang disenangi oleh pelaku)," bebernya.
"Sebaiknya, ketika berada di kendaraaan umum, kita memilih lingkungan yang tidak rawan pelecehan seksual, seperti bukan di tempat sepi, pergi bersama orang yang dikenal (teman atau keluarga), menghindari pakaian yang mengundang, menghindari orang yang tampak berniat tidak baik dengan kita," paparnya lebih jelas.
Baca Juga: Ini Alasan Laporan Jurnalis Perempuan yang Dilecehkan di KRL Dioper-oper Polisi
Amalia juga mengungkapkan salah satu hal yang bisa kita lakukan yakni dengan membawa alat pelindung diri seperti semprotan merica.
"Menyiapkan alat pelindung diri (seperti semprotan merica atau payung). Jangan ragu untuk berteriak dan meminta tolong saat kita mendapat pelecehan. Dokumentasikan dan simpan alat-alat bukti yang bisa membantu kita menjelaskan pada pihak yang berwenang," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian







