Akurat

Viral! Tumbler Tuku Hilang di KRL, Ini Harga dan Kronologinya

Kosim Rahman | 27 November 2025, 13:14 WIB
Viral! Tumbler Tuku Hilang di KRL, Ini Harga dan Kronologinya

AKURAT.CO Insiden hilangnya tumbler Tuku di dalam KRL mendadak viral di media sosial dan memicu perbincangan publik.

Banyak pengguna platform X hingga TikTok membahas kronologi kehilangan, harga tumblernya, hingga kabar soal pemecatan petugas Passenger Service KAI Commuter yang disebut terlibat dalam kasus tersebut.

Meski begitu, KAI Commuter akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait insiden ini agar tidak terjadi kesalahpahaman publik.

Berapa Harga Tumbler Tuku yang Viral?

Sebelum membahas lebih jauh, banyak warganet penasaran: berapa harga tumbler Tuku yang hilang?

Baca Juga: Harga Melonjak, Zulhas Sebut Lebih Menguntungkan Kebun Kelapa daripada Sawit

Tumbler dengan desain minimalis khas brand kopi lokal Tuku dijual di kisaran Rp120.000 sampai Rp240.000 tergantung seri dan ukuran.

Karena desainnya eksklusif dan sering habis di gerai, banyak pemiliknya merasa barang ini punya nilai sentimental, bukan sekadar botol minum biasa.

Kronologi Tumbler Tuku Hilang di KRL

Kasus hilangnya tumbler Tuku di KRL bermula dari unggahan seorang penumpang yang menceritakan pengalamannya saat menaiki KRL rute Tanah Abang–Rangkasbitung sekitar pukul 19.00 WIB.

Dalam ceritanya, penumpang tersebut menempatkan coolerbag berisi tumbler di rak bagasi kereta. Namun setelah turun di Stasiun Rawa Buntu, ia baru menyadari bahwa barang tersebut tertinggal.

Merasa panik, penumpang itu melapor kepada petugas keamanan stasiun. Ia mendapat informasi bahwa barang yang tertinggal hanya dapat diambil di Stasiun Rangkasbitung, lokasi tujuan akhir perjalanan kereta.

Baca Juga: Momen Hangat Prabowo dengan Warga Saat Naik KRL dari Manggarai ke Tanah Abang

Keesokan harinya, coolerbag tersebut ditemukan, namun kondisinya tidak lengkap karena tumbler Tuku yang sebelumnya berada di dalam tas sudah hilang.

Penumpang lalu meminta penjelasan kepada petugas hingga menanyakan akses rekaman CCTV sebagai upaya mengetahui lokasi hilangnya barang.

Karena merasa kecewa dengan pelayanan yang diterimanya, ia akhirnya membagikan kronologi tersebut ke media sosial hingga unggahannya viral.

Setelah unggahan tersebut ramai diperbincangkan, muncul kabar bahwa seorang petugas Passenger Service KAI Commuter disebut dipecat akibat kejadian kehilangan tumbler ini.

Namun, KAI Commuter membantah rumor tersebut. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa pihaknya masih menelusuri informasi tersebut untuk mengetahui fakta sebenarnya dan memastikan kejadian yang terjadi di lapangan.

Dalam pernyataan resminya, Karina menegaskan bahwa tidak ada pemecatan petugas seperti yang beredar di media sosial.

Ia menjelaskan bahwa KAI Commuter memiliki aturan dan prosedur kepegawaian yang tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan sehingga keputusan seperti pemutusan hubungan kerja tidak dapat dilakukan secara sepihak tanpa proses evaluasi yang sesuai.

Baca Juga: Mudah! Ini Cara Cek Info Gangguan dan Jadwal Penutupan KRL Secara Real-Time

Karina juga mengingatkan bahwa barang pribadi yang dibawa pengguna KRL merupakan tanggung jawab masing-masing penumpang, meski setiap stasiun telah menyediakan layanan Lost and Found dengan prosedur pengambilan yang berlaku.

"Kami mengingatkan kembali bahwa barang pribadi yang tertinggal di dalam commuter line merupakan tanggung jawab pengguna. Karena itu kami mengimbau agar seluruh pengguna tetap menjaga dan memperhatikan barang bawaannya dengan baik," imbuh Karina, dikutip dari Detik.

Jika barang tidak diambil dalam jangka waktu tertentu, maka barang tersebut akan dipindahkan ke gudang pusat untuk penyimpanan lebih lanjut.

Sebagai tindak lanjut, pihak KAI Commuter menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.