Siapa Itu Marintan? Tante yang Siksa Anak Yatim Hingga Dimasukkan ke Dalam Karung

AKURAT.CO Video seorang anak yatim yang dianiaya dan disiksa oleh tantenya dengan cara dimasukkan ke dalam karung menjadi viral di media sosial. Hal ini, terungkap setelah akun X @heraloebss pada Selasa (19/3/2024) membagikan video penganiayaan tersebut.
Tentunya, sosok pelaku atau wanita dalam video viral tersebut dicari oleh sejumlah netizen karena mereka merasa kesal dengan perlakuan yang kejam dari wanita tersebut kepada keponakannya.
Baca Juga: Viral Anak Yatim Dianiaya Oleh Tantenya Sampai Dimasukkan ke Karung, Netizen: Sakit Hati Liatnya
Kejadian penyiksaan anak yatim oleh tantenya itu terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Kini, sosok tante dari anak yatim tersebut pun berhasil diamankan oleh pihak kepolisian setempat.
Lantas, siapa sosok Marintan yang telah menyiksa anak yatim hingga dimasukkan ke dalam karung? Berikut ini informasi selengkapnya.
Siapa Itu Marintan?
Marintan Sasmita Situmorang (37) merupakan tante kandung korban. Ia melakukan penyiksaan kepada anak tersebut saat ibunya sedang bekerja di luar kota.
Marintan Sasmita berhasil diringkus kepolisian setelah ibu kandung korban, Bintang Situmorang melaporkan kejadian ini ke Polres Tapanuli Tengah pada Selasa (19/3/2024).
Menindaklanjuti laporan Bintang, pihak kepolisian kemudian melakukan investigasi di tempat kejadian.
"Pelaku berinisial MS penganiaya bocah telah ditangkap dan ditahan Polres Tapteng guna diproses sesuai Undang-Undang tentang Perlindungan Anak," kata Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah, AKP Arlin P Harahap dikutip pada Kamis (21/3/2024).
Menurut Arlin, anak tersebut berada bersama tantenya karena sang tante secara langsung meminta izin kepada ibunya untuk merawatnya.
"Korban PHN (8 thn) diberikan ibunya kepada pelaku (tante kandung) atas permintaan pelaku kepada ibu korban. Sehingga anak pelaku memiliki teman bermain di Manduamas," ucap Arlin.
Baca Juga: Viral Grup Telegram Ini Menistakan Islam, Netizen: Tolong Pak Polisi Tangkap Pelakunya!
Arlin mengungkapkan bahwa korban diminta untuk tinggal dan dirawat oleh tantenya sejak Januari 2022. Ia juga mengkonfirmasi bahwa korban telah menjadi anak yatim sejak awal tahun 2024.
Saat ini, korban telah kembali ke ibunya di Sibolga. Meskipun begitu, korban akan terus mendapatkan pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, serta Polres Tapanuli Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta









