UPDATE! Santri Ponpes Al Hanifiyah Kediri Ternyata Dianiaya Senior Selama 3 Hari Berturut-turut Sampai Tewas

AKURAT.CO Fakta terbaru mengenai penganiayaan seorang santri bernama Bintang Balqis Maulana (14) di Ponpes Al Hanifiyah Kediri, Jawa Timur oleh empat orang seniornya mulai terungkap satu persatu.
Dalam rekonstruksi yang diikuti oleh empat pelaku yaitu berinisial MN (18), MA (18), AF (16), dan AK (17) itulah fakta terbaru terungkap, di mana para pelaku penganiaya Bintang selama tiga hari berturut-turut.
Selain itu, keempat pelaku tersebut merupakan senior Bintang yang tinggal satu kamar di Ponpes Al Hanifiyah Kediri.
Terdapat 55 adegan rekonstruksi yang dilakukan oleh para pelaku dan mirisnya korban dianiaya dalam tiga hari berturut-turut. Dalam keterangan kuasa hukum pelaku, keempat pelaku itu melakukan penganiayaan karena Bintang sulit untuk dinasehati.
Dengan demikian, pelaku kesal dan mulai memukul korban karena emosi itu. Pelaku juga mengaku bahwa sempat ingin membawa korban ke rumah sakit namun niatan tersebut baru terlaksana pada Jumat (23/2/2024) pukul 03.00 WIB ketika Bintang mulai pucat.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji, memberikan penjelasan bahwa peristiwa yang menyebabkan kehilangan nyawa Bintang terjadi mulai tanggal 18 hingga 23 Februari, dengan kejadian terakhir pada dini hari tanggal 23 Februari.
Pada reka adegan yang diadakan secara tertutup, terungkap peran empat pelaku yang terbukti melakukan penganiayaan terhadap Bintang selama tiga hari.
"Dari keempat tersangka, sama-sama semua punya peran dalam hal penganiayaan atau pengeroyokan sehingga menyebabkan kematian korban," kata Bramastyo.
Bramastyo juga mengungkap bahwa para pelaku menganiaya Bintang dengan tangan kosong. Kebanyakan luka yang diberikan oleh pelaku terdapat di setengah badan ke atas tubuh Bintang.
Di sisi lain, Pengasuh dan Pengurus Ponpes PPTQ Al-Hanifiyah, Fatihunada atau akrab disapa Gus Fatih, sempat menjelaskan bahwa kematian Bintang terjadi karena ia jatuh terpeleset di kamar mandi.
Gus Fatih justru tidak mengetahui bahwa ia merupakan korban penganiayaan teman sekamarnya yang merupakan senior Bintang di ponpes tersebut.
"(Perihal penganiayaan) tidak tahu sama sekali. Jadi, di luar prediksi saya dugaan semacam itu. Lha wong dari awal bilangnya terpeleset," tuturnya.
Gus Fatih juga tidak mengetahui secara detail bagaimana kondisi tubuh korban saat dipulangkan ke daerah asalnya di Banyuwangi.
Baca Juga: Santrinya Tewas Dianiaya Senior, Ini Kata Ponpes Al Hanifiyah Kediri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









