Momen Haru Mamah Dedeh Peluk Korban Perselingkuhan Jadi Sorotan, Beri Pesan Menyentuh: Jadi Wanita Punya Pendirian

AKURAT.CO Penceramah kondang Mamah Dedeh tengah menjadi perhatian netizen usai dirinya memberikan nasihat dan memeluk jemaah wanita yang merupakan korban perselingkuhan suami dengan adik iparnya.
Momen haru tersebut terekam oleh kamera dan dibagikan ulang oleh @DiajengLrst di X pada Rabu (31/1/2024) kemarin. Ia memberikan keterangan bahwa video tersebut tidak bisa full untuk di post.
Dalam video tersebut, terlihat cuplikan program tausyiah di salah satu TV swasta dengan host Irfan Hakim. Kemudian, ada seorang jemaah wanita membagikan kisah rumah tangga yang ia alami.
Jemaah wanita tersebut bercerita bahwa ia telah memergoki suaminya berbuat mesum dengan adik ipar si wanita tersebut sehabis pulang dari mushola.
Ia juga mengaku bahwa adiknya ini memang sering mengunjungi rumah mereka namun tidak tinggal serumah.
Kemudian, Mamah Dedeh langsung memberikan tanggapan dari kisah rumah tangga yang wanita tersebut alami.
"Ini yang dikatakan Rasul, ipar adalah kematian," kata Mamah Dedeh menanggapi.
Mamah Dedeh menjelaskan maksud dari ucapannya tersebut bahwa tidak mustahil juga apabila suami membawa saudara kandungnya (cowok) ke rumah maka bisa saja saudara tersebut berselingkuh dengan istrinya, dan sebaliknya.
"Rasul mengatakan kalau ada orang melakukan salah dan dosa, nggak bakal ketahuan kalau baru sekali dua kali, diberikan sama Allah kesempatan untuk taubat, dan seterusnya karena apa itu udah jauh dari hidayah Allah SWT," lanjut Mamah Dedeh.
Tak sampai disitu, Mamah Dedeh pun langsung dengan tegas bertanya kepada jemaah wanita tersebut apakah sudah memutuskan untuk bercerai dengan suaminya.
Ternyata jemaah wanita tersebut memilih untuk bercerai dan Mamah Dedeh sangat lega dengan jawaban tersebut karena itu adalah keputusan yang benar.
"Langsung Anda minta gugat cerai? Bener, setuju aku, karena walaupun dia katakan saya minta ampun, taubat, jauh panggang daripada api," sahut Mamah Dedeh.
Setelah itu, Irfan Hakim langsung mengizinkan jemaah tersebut untuk memeluk Mamah Dedeh. Air mata sang jemaah wanita tersebut langsung tumpah dalam pelukan Mamah Dedeh.
"Ini berat, tapi inilah dunia. Ini ujian buat Anda, Allah berikan kekuatan bahwa tidak semua yang kita inginkan dikabul Allah. Mudah-mudahan masa depan Umroh (nama sang jemaah) lebih baik daripada kemarin," kata Mamah Dedeh menenangkan.
"Inilah saya bilang, jadi wanita punya pendirian, suka lanjutkan, nggak suka ngomong. Alhamdulillah, ini yang terbaik untuk Anda," sambungnya.
Momen haru Mamah Dedeh memeluk jemaah tersebut pun viral di media sosial. Banyak netizen yang menyukai cara Mamah Dedeh untuk menyikapi dengan tegas perilaku perselingkuhan dan tidak memberikan maaf apabila kejadian tersebut terjadi.
"I love how she says "sekarang sudah pisah?" "kalau sudah bagus karna godaan selalu ttp muncul walaupun dia sudah memohon" like mamah dedeh doesnt pressure women to forgive what men's fault kayak tokoh islam kebanyakan. She truly feminist muslim icon," ujar akun @vir***.
"Suka sama kata-kata mama dedeh yang bilang “jadi perempuan harus punya pendirian”. Bener. Itu kenapa kita harus punya batasan, kapan harus memaklumi dan kapan harus mengakhiri. Mau seganteng Chris Evans dan sekaya Elon Musk, kalo gabisa menghargai wanitanya, buat apa?," ucap @tan***.
Selain itu, netizen juga memberikan dukungan kepada jemaah wanita tersebut agar tetap kuat dan segera bangkit dari keterpurukan yang sedang dihadapi.
"Cerita paling sedih yang aku dengar pada hari ini. Terlihat si ibu bebannya berat sekali tp dia hebat banget dan tetap kuat. Semoga si ibu senantiasa sehat selalu, dan terus diberikan kekuatan oleh Tuhan," tutur akun @mas***.
"astaghfirullah… :(( semoga ibunya skrg udh happy2 jalanin hidup dan gak kepikiran bayang2 itu lagi," tulis akun @ban***.
Baca Juga: Digugat Cerai, Ini 8 Fakta Tentang Kisah Cinta Ria Ricis dan Teuku Ryan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









