Akurat

Apa Itu Nepo Baby? Julukan dari Media Asing untuk Gibran Rakabuming Raka

Shalli Syartiqa | 26 Desember 2023, 11:02 WIB
Apa Itu Nepo Baby? Julukan dari Media Asing untuk Gibran Rakabuming Raka

AKURAT.CO Penampilan Gibran Rakabuming Raka dalam debat calon wakil presiden (cawapres) menjadi sorotan oleh media internasional.

Salah satu media yang memberikan perhatian khusus terhadap penampilan Gibran adalah Al Jazeera.

Dalam pemberitaannya, Al Jazeera bahkan melaporkan bahwa Gibran berhasil menghilangkan citra ketidakberpengalamanannya.

Menurut tulisan Al Jazeera, Gibran berhasil membuktikan bahwa dia tidak mendapatkan hak istimewa atau keuntungan khusus melalui nepotisme dan dia mampu bersaing dengan baik.

Al Jazeera menyatakan bahwa Gibran menjadi cawapres yang paling kontroversial dalam sejarah Indonesia dan dijuluki 'nepo baby'.

Meskipun bersaing dengan kandidat yang jauh lebih berpengalaman, penampilan Gibran dinilai positif oleh beberapa pengamat, seperti yang disampaikan dalam laporan Al Jazeera, Sabtu (23/12/2023).

“Kesan saya secara keseluruhan adalah bahwa setiap orang yang ragu-ragu dan mengira Gibran adalah seorang petinju ringan yang tidak tahu apa-apa telah terbukti sepenuhnya salah. Dia sangat siap untuk debat dan menunjukkan bahwa dia memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai isu-isu ekonomi,” ungkap Alexander Arifianto, peneliti di S Rajaratnam School of International Studies di Singapura (RSIS).

Lantas apa arti dari nepo baby, julukan untuk Gibran dari media asing. Berikut ini penjelasannya.

Arti Nepo Baby

Nepo Baby adalah kependekan dari istilah "nepotism baby" yang dalam konteks bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai anak yang mendapat keistimewaan atau keuntungan berdasarkan hubungan keluarga, terutama dari orang tua yang sudah terkenal.

Nepotisme sendiri mengacu pada praktik memberikan preferensi atau keunggulan kepada seseorang dalam hal pekerjaan atau peluang, bukan karena kemampuannya, melainkan hanya berdasarkan identitasnya.

Oleh karena itu, istilah ini memiliki konotasi negatif dan sering kali dianggap merendahkan individu yang disebut sebagai "nepo baby."

Istilah Nepo Baby umumnya merujuk pada individu, terutama di dunia hiburan, yang mengikuti jejak orang tua terkenal dan mencapai kesuksesan dalam karir mereka karena pengaruh orang tua mereka.

Nepo baby menyoroti bahwa keberhasilan anak-anak tersebut dianggap terjadi bukan karena kemampuan atau prestasi mereka sendiri, melainkan hanya karena identitas atau hubungan keluarga.

Stigma negatif ini tetap melekat karena kesuksesan mereka dianggap terkait erat dengan ketenaran orang tua mereka.

Fenomena Nepo Baby juga mencuat dalam dunia politik, di mana keberadaan nepo baby menjadi perbincangan hangat.

Salah satu contohnya adalah Gibran Rakabuming Raka, yang berhasil menjadi Walikota Solo mengikuti jejak ayahnya, Presiden Joko Widodo.

Meskipun awalnya menolak terlibat dalam politik dan lebih memilih bisnis, pada tahun 2018 Gibran mengubah pendiriannya dan bergabung dengan PDIP sebagai kader.

Pada tahun 2020, ia diusung untuk ikut serta dalam Pilkada dan berhasil terpilih sebagai Walikota, menjabat selama 2 tahun.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.