JKI 2025 Dorong UMKM Medan Naik Kelas Lewat Digitalisasi

AKURAT.CO Festival Jelajah Kuliner Indonesia (JKI) 2025 kembali menyapa warga Kota Medan dengan sajian khas Nusantara dan semangat kolaborasi antar pelaku usaha.
Namun tahun ini, sorotan utama bukan hanya pada ragam kuliner yang dihadirkan, tetapi juga pada dorongan kuat menuju digitalisasi UMKM.
Melalui keterlibatan BUMN, termasuk PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV), festival yang berlangsung pada 14–16 November 2025 di Lapangan Benteng itu menjadi ruang akselerasi bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan diri dengan standar bisnis modern.
Baca Juga: PTPN IV PalmCo Dukung Rehabilitasi Orangutan, Wujudkan Sawit Bersahabat dengan Alam
JKI 2025 merupakan inisiatif Badan Pengaturan BUMN yang diselenggarakan bersama beberapa perusahaan besar seperti BRI, MIND ID, KAI, dan PTPN.
Lebih dari 80 UMKM dari berbagai daerah hadir membawa menu khas masing-masing, menjadikan festival ini sebagai etalase kuliner Nusantara sekaligus panggung peningkatan kapasitas usaha.
Bagi PTPN IV, kehadiran mereka dalam JKI tidak hanya sebatas dukungan acara. Perusahaan itu menempatkan partisipasinya sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat peran BUMN dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan memfasilitasi UMKM agar masuk ke ekosistem digital, PTPN IV ingin memastikan pelaku usaha kecil dapat meningkatkan kualitas layanan, memperluas pasar, dan membangun sistem bisnis yang lebih berkelanjutan.
Digitalisasi menjadi aspek yang sangat menonjol dalam festival tahun ini. Melalui platform PaDi UMKM, setiap transaksi dicatat secara transparan, meminimalkan risiko kesalahan sekaligus memberi kemudahan bagi penjual dan pembeli.
Baca Juga: Presiden Deklarasikan Swasembada Beras, PTPN Group Kawal dan Perkuat BUMN Pangan
Banyak UMKM yang baru pertama kali mencoba sistem transaksi digital mengaku merasakan manfaatnya, terutama dalam pencatatan omzet dan akses data pembeli.
Tak hanya itu, keberadaan PaDi UMKM membuka peluang bagi pelaku usaha untuk tetap terhubung dengan konsumen maupun instansi BUMN meski festival telah usai.
Bagi banyak peserta, kesempatan ini menjadi pintu masuk ke pasar yang lebih luas — sesuatu yang sulit didapatkan tanpa platform digital yang terintegrasi.
Staf Ahli BP BUMN, Loto Srinaita Ginting, menegaskan bahwa JKI merupakan bagian dari agenda besar pemerintah untuk meningkatkan daya saing UMKM.
Dirinya menyebut bahwa pembinaan BUMN harus diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang memberikan dampak nyata dan langsung dirasakan oleh pelaku usaha. Festival kuliner ini menjadi salah satu contohnya.
“UMKM harus produktif dan adaptif terhadap perubahan. Dukungan BUMN tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi diwujudkan melalui kegiatan nyata seperti ini,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (24/11/2025).
Festival yang berlangsung selama tiga hari itu ramai dipadati pengunjung. Suasana yang hidup membuat pelaku UMKM mendapat pengalaman langsung berinteraksi dengan pembeli dalam jumlah besar.
Selain mencatat peningkatan penjualan, mereka juga belajar memahami pola konsumsi masyarakat, cara menata produk, hingga strategi pelayanan yang lebih efektif.
Paparan yang luas melalui media massa, publikasi digital, dan konten media sosial semakin memperkuat posisi UMKM di mata publik.
Banyak peserta memanfaatkan momentum tersebut dengan membuat materi promosi baru, seperti video dan foto yang diambil selama festival untuk digunakan kembali dalam pemasaran digital mereka.
PTPN IV pun merasakan manfaat strategis dari keikutsertaan ini. Selain membuka jaringan bisnis baru, perusahaan memperkuat perannya sebagai BUMN yang dekat dengan masyarakat dan berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Program pembinaan UMKM yang sebelumnya lebih banyak berjalan secara administratif kini mendapat bentuk implementasi yang konkret di lapangan.
Kepala Bagian Pengadaan dan TI PTPN IV Regional II, Dison M.P. Girsang, mengapresiasi penyelenggaraan JKI 2025 yang dinilainya membuka banyak peluang bagi pelaku usaha. Ia berharap festival serupa dapat terus digelar secara rutin agar dampak positifnya semakin meluas.
“Ini event yang bagus, menarik, dan layak dilakukan setiap tahun. Bisa membawa UMKM di Medan semakin naik kelas,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.
JKI 2025 bukan sekadar festival kuliner, tetapi ajang transformasi. UMKM tidak hanya hadir sebagai penyaji cita rasa Nusantara, melainkan sebagai pelaku usaha yang mulai naik kelas melalui digitalisasi.
Dengan dukungan BUMN seperti PTPN IV, festival ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menciptakan perubahan nyata dan memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









