Akurat

Cara Cepat Hitung BEP untuk Bisnis UMKM, Dijamin Untung!

Eko Krisyanto | 11 November 2025, 00:00 WIB
Cara Cepat Hitung BEP untuk Bisnis UMKM, Dijamin Untung!

AKURAT.CO Menjalankan bisnis bukan hanya soal menjual produk atau menawarkan jasa. Di balik setiap transaksi, ada satu hal yang tak kalah penting: memahami kondisi keuangan usaha.

Di sinilah konsep Break Even Point (BEP), atau titik impas, berperan besar dalam menentukan apakah bisnis bisa bertahan, berkembang, atau justru merugi.

Secara sederhana, Break Even Point adalah kondisi ketika total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga bisnis tidak untung tapi juga tidak rugi.

Menurut Investopedia, BEP menjadi indikator finansial utama yang membantu pelaku usaha mengetahui kapan bisnis mulai menghasilkan laba.

Konsep ini relevan untuk siapa pun, baik pengusaha kecil, pelaku ritel, hingga korporasi besar. Dengan memahami BEP, pemilik usaha bisa mengetahui jumlah minimum penjualan yang harus dicapai agar seluruh biaya operasional tertutupi.

Misalnya, bagi pengusaha ritel, BEP dapat menunjukkan berapa banyak produk yang perlu dijual untuk menutup biaya sewa toko, gaji karyawan, dan biaya produksi.

Menariknya, BEP tidak hanya penting saat bisnis baru berjalan, tetapi juga perlu dihitung secara berkala. Tujuannya adalah untuk menilai apakah target penjualan masih realistis dengan kondisi pasar terkini.

Jika belum tercapai, pelaku usaha bisa menyesuaikan strategi, apakah perlu efisiensi biaya, menaikkan harga, atau justru memperluas pasar.

Lebih dari sekadar angka, BEP juga menjadi alat bantu pengambilan keputusan strategis.

Baca Juga: Pengumuman UMP 2026

Dengan memahami titik impas, pengusaha dapat menentukan waktu yang tepat untuk meningkatkan kapasitas produksi, mencari tambahan modal, atau memperkuat pemasaran.

Bagaimana Cara Menghitung BEP?

Rumus dasar BEP cukup sederhana:

BEP (unit) = Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit)
atau 
BEP = Fixed Cost / Contribution Margin per Unit

  • Biaya tetap (Fixed Cost): pengeluaran yang tidak berubah meski volume produksi meningkat, seperti sewa tempat, listrik, atau gaji karyawan tetap.

  • Biaya variabel (Variable Cost): pengeluaran yang berubah sesuai jumlah produksi, seperti bahan baku, kemasan, atau ongkos distribusi.

Dari rumus ini, pelaku usaha dapat mengetahui berapa unit produk yang harus dijual untuk mencapai titik impas alias posisi aman tanpa rugi.

Mengapa BEP Penting?

Dengan memahami BEP, pengusaha bisa:

  • Menentukan harga jual yang realistis,

  • Menyusun strategi penjualan yang efektif,

  • Menghindari keputusan ekspansi yang terlalu cepat,

  • Dan yang terpenting, mengenali batas aman sebelum bisnis merugi.

Dengan perhitungan BEP yang tepat dan evaluasi rutin, pelaku usaha bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, merancang strategi pertumbuhan, dan memastikan setiap langkah bisnis berada di jalur yang sehat secara finansial.

Baca Juga: Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Honduras Piala Dunia 2025 U-17 Malam Ini

Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.