Akurat

Menteri Maman Dorong UMKM Masuk Industri Waralaba, Targetkan 3,6% Wirausaha

Andi Syafriadi | 31 Oktober 2025, 19:15 WIB
Menteri Maman Dorong UMKM Masuk Industri Waralaba, Targetkan 3,6% Wirausaha

AKURAT.CO Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem waralaba nasional sebagai strategi meningkatkan jumlah wirausaha serta memperluas peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan acara Indonesia Franchise Week (IFW) 2025 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Jumat (31/10/2025).

Dalam sambutannya, Menteri menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Franchise Indonesia yang dinilai mampu membangun strategi ekosistem usaha waralaba yang mendukung pertumbuhan UMKM.

Baca Juga: Jawab Cak Imin soal Ritel Modern, Milenial: UMKM Masih Jadi Penyelamat Hidup Sih!

“Model bisnis waralaba telah memberikan tren positif bagi industri, dengan peningkatan sekitar 5 persen pada 2024,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan Indonesia mencapai 3,6% pada 2029. Meski masih berada di bawah negara lain, seperti Malaysia 4,74%, Singapura 8,76%, dan Amerika Serikat 12%, Maman optimistis target tersebut dapat dicapai.

Menurut data KemenKopUKM, hingga tahun ini Indonesia telah berada pada angka 3,3%, didorong salah satunya oleh pertumbuhan bisnis waralaba yang menciptakan 97 ribu lapangan kerja dan menghasilkan transaksi mencapai Rp143 triliun.

Berdasarkan pemetaan kementerian, sektor food & beverage (F&B) masih mendominasi bisnis waralaba di Indonesia dengan komposisi sekitar 47%. Sisanya berasal dari sektor kecantikan, pendidikan, ritel, dan kategori lainnya.

Menteri menegaskan, pemerintah akan terus mendorong UMKM, terutama pelaku usaha mikro, untuk masuk ke industri waralaba. Di Indonesia, sekitar 93–95% pelaku UMKM berasal dari sektor mikro dan sebagian besar masih berada di kategori pekerja informal.

Baca Juga: Cak Imin Sebut Retail Modern Matikan UMKM, Menteri Maman: Jangan Dilihat Secara Negatif Dulu!

“Tahun depan, kami menyiapkan berbagai kebijakan yang mendorong UMKM bertransformasi menuju sektor formal,” katanya.

Di hadapan perwakilan International Labour Organization (ILO) dan World Intellectual Property Organization (WIPO), Menteri menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memperkuat perlindungan pekerja dan pengembangan UMKM.

Dirinya juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui sertifikasi nasional, seperti SNI, BPOM, hingga sertifikasi halal.


Dalam suasana santai, Menteri turut memperkenalkan genre musik lokal bernama Toplopop, yang menurutnya memiliki potensi untuk menembus pasar internasional.

Maman menyebut akan digelar acara besar pada 8 November, menghadirkan para penyanyi Toplopop dan kolaborasi dengan pelaku UMKM.

“Indonesia punya karya unggulan, dan Toplopop adalah salah satunya. Ketika saya memperkenalkannya di forum APEC, beberapa delegasi bahkan langsung menyukainya,” ungkapnya.

Menutup pidatonya, Menteri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pengembangan waralaba nasional, termasuk para pelaku industri, asosiasi, dan pemerintah daerah.

Dirinya mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan menumbuhkan kebanggaan menjadi pengusaha lokal.

“Semangat untuk bangga menjadi pengusaha lokal. Kita ingin dunia melihat bahwa produk Indonesia mampu bersaing di pasar internasional,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi