AKURAT.CO Brightspot MRKT yang telah beroperasi selama 16 tahun terus menegaskan perannya sebagai ruang inovasi penjualan bagi jenama lokal, khususnya di sektor makanan dan minuman (F&B). Platform pasar raya kreatif ini disebut menjadi titik awal pertumbuhan sejumlah brand yang kini dikenal luas, seperti Eatlah dan Dough Lab.
Menurut Founder Brightspot MRKT, Anton Wirjono mengatakan, sejak awal Brightspot dirancang sebagai wadah bagi brand lokal untuk menguji konsep dan memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Ia mencontohkan Eatlah dan Dough Lab yang bergabung saat masih belum memiliki lokasi gerai permanen.
“Eatlah, Dough Lab, brand mendaftar di kami ikut waktu masih belum ada lokasi (gerai),” ujar Anton saat konferensi pers Brightspot SuperMRKT 2025 di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu.
Menurut Anton, partisipasi di Brightspot MRKT memberi kesempatan bagi jenama F&B untuk mengukur respons pasar secara langsung. Dengan rata-rata kunjungan mencapai 129.000 orang dalam dua pekan penyelenggaraan terakhir, brand dapat memperoleh umpan balik konsumen sekaligus membangun eksposur yang dibutuhkan sebelum berekspansi lebih besar.
Tak hanya menjadi ajang uji coba, Brightspot MRKT juga membuka peluang peningkatan kapasitas bagi brand F&B lokal yang belum memiliki outlet. Kehadiran investor yang rutin memantau perkembangan brand di ajang ini turut memperkuat peluang ekspansi bisnis.
Anton mengungkapkan, Brightspot MRKT kini juga berfungsi sebagai scouting ground bagi para pengembang pusat perbelanjaan besar di Jakarta. Sejumlah pengelola mal datang langsung untuk melihat potensi brand yang tampil di Brightspot.
“Banyak developer mal yang datang ke Brightspot untuk melihat brand-brand yang ada di kami. Beberapa brand yang habis dari Brightspot akhirnya buka di mal-mal terbesar, seperti Plaza Indonesia, Plaza Senayan, dan lain-lain,” jelasnya.
Validasi dari sektor ritel tersebut dinilai menjadi bukti kualitas kurasi Brightspot MRKT. Brand yang lolos seleksi ketat disebut memiliki kekuatan dari sisi kualitas produk hingga strategi branding, sehingga dinilai siap masuk ke pasar yang lebih mapan.
Baca Juga: UMKM Terdampak Bencana Dapat KUR Bunga Nol hingga 2026
Untuk penyelenggaraan Brightspot SuperMRKT 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 27–30 November dan 4–7 Desember di Agora Mall Jakarta, Brightspot menerima sekitar 7.000 pengajuan brand. Dari jumlah tersebut, hanya 220 jenama yang lolos proses kurasi.
Anton menyebutkan, sekitar 65 persen brand terkurasi berasal dari kategori fesyen dan produk gaya hidup, sementara 35 persen lainnya merupakan brand F&B. Proses seleksi dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
“Proses kurasi yang ketat menjadi kunci keberhasilan kami bertahan selama 16 tahun sebagai platform yang efektif bagi brand lokal. Seleksi tidak hanya berfokus pada aspek kreatif, tetapi juga pada potensi komersial sebuah brand,” kata Anton.
Ia menambahkan, brand dengan desain menarik namun dinilai tidak memiliki kelayakan komersial cenderung tidak diloloskan. Selain aspek produk, Brightspot juga menilai faktor non-teknis, termasuk visi dan kesiapan tim di balik brand.
Untuk kategori fesyen, kurasi mencakup standar teknis dasar seperti kualitas, kecocokan produk, dan kelengkapan koleksi, dengan penekanan pada keseimbangan antara inovasi dan potensi penjualan. Sementara di kategori F&B, penilaian meliputi kekuatan branding digital, presentasi produk, cita rasa, hingga pemahaman terhadap prinsip keamanan pangan.
Selain mendorong aktivitas perdagangan, Brightspot SuperMRKT 2025 juga menghadirkan kolaborasi kreatif dengan seniman lokal Ardhira Putra. Ilustrator dan animator Indonesia tersebut merancang konsep visual yang akan diintegrasikan ke dalam set design dan layar LED acara.
Karya Ardhira, yang sebelumnya pernah dipamerkan di The Sphere, Las Vegas, diharapkan menciptakan pengalaman visual yang unik dan autentik. Integrasi seni ini menjadi upaya Brightspot MRKT memperkuat identitasnya sebagai ruang temu antara bisnis, kreativitas, dan komunitas lokal Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








