UMKM Digital Tumbuh Pesat, Pemerintah Genjot Ekspor dan Pelatihan

AKURAT.CO Pertumbuhan UMKM dalam ekosistem digital Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pemerintah kini memperluas dukungan melalui program ekspor dan pelatihan digital untuk memastikan UMKM mampu bersaing di pasar global.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri mengungkapkan bahwa jumlah UMKM yang beralih ke perdagangan digital terus meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2022 sebanyak 28,75% UMKM telah memanfaatkan platform niaga-el, dan angka ini naik menjadi 37,79% pada 2023.
Baca Juga: Kemendag Catat Transaksi Ekspor UMKM Capai Rp1,1 Triliun hingga Mei 2025
Namun, Roro menekankan bahwa pertumbuhan ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti keterbatasan permodalan, ketimpangan akses pasar, serta kurangnya keterampilan digital.
“Untuk itu, perlu dukungan bersama dari berbagai pihak agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat(20/6/2025).
Sebagai bagian dari solusi, Kementerian Perdagangan telah meluncurkan program UMKM BISA Ekspor guna membantu pelaku usaha kecil menembus pasar internasional.
Sepanjang Januari–Mei 2025, Kemendag memfasilitasi 296 penjajakan bisnis melalui perwakilan dagang di 33 negara, menghasilkan transaksi sebesar USD68,65 juta atau setara Rp1,1 triliun, naik 19,16% dibanding periode sebelumnya.
Baca Juga: Kemendag Promosikan Produk 15 UMKM RI di Osaka
Dalam kegiatan business matching pada Mei 2025, sebanyak 119 UMKM dari sektor makanan-minuman, fesyen, kerajinan, hingga belalang goreng terlibat aktif. Lebih dari 17 buyer dari tujuh negara mitra menunjukkan ketertarikan terhadap produk lokal, memperlihatkan potensi besar UMKM Indonesia di pasar global.
Roro menyatakan bahwa transformasi digital UMKM akan terus diakselerasi dengan edukasi, pelatihan, dan regulasi yang adaptif, termasuk dengan mendorong PMSE sebagai kanal distribusi modern.
Ekonomi digital Indonesia sendiri mencatat GMV sebesar USD90 miliar pada 2024, mencerminkan potensi besar sektor ini bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









