Akurat

Pasar Tradisional Masuk Era Digital, Solusi Atasi Krisis Daya Beli

Demi Ermansyah | 29 Mei 2025, 21:00 WIB
Pasar Tradisional Masuk Era Digital, Solusi Atasi Krisis Daya Beli

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM resmi meluncurkan program digitalisasi pasar tradisional berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai respons terhadap penurunan tajam omzet pedagang pasar.

Program ini ditujukan untuk menghadirkan solusi konkret dalam menghadapi lesunya daya beli masyarakat yang berdampak langsung pada penghasilan pedagang kecil.

Menteri UMKM, Maman Abdurahman dalam peluncuran program di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mengatakan, pedagang pasar kini menghadapi tantangan nyata berupa penurunan omzet hingga 50 persen.

“Digitalisasi menjadi terobosan untuk memperluas akses pasar, menciptakan efisiensi transaksi, dan membuka peluang baru,” kata Maman.

Baca Juga: Rasio Kewirausahaan Indonesia Masih Rendah, Menteri UMKM Dorong Skema Waralaba sebagai Solusi

Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) dan MPStore sebagai platform digital. Dengan skema ini, pedagang pasar tradisional dapat menawarkan produknya secara daring serta menerima pembayaran nontunai melalui berbagai platform yang terintegrasi, seperti QRIS.

Ketua Umum IKAPPI, Abdullah Mansuri mengamini kondisi sulit yang dihadapi pedagang pasar. “Penurunan omzet ini nyata. Kami harap dengan digitalisasi, pedagang bisa mendapatkan pelanggan dari berbagai saluran, tidak hanya dari pengunjung fisik pasar,” ujar Abdullah.

Inisiatif ini tidak menuntut pedagang untuk meninggalkan cara jualan tradisional. Namun, teknologi justru dihadirkan sebagai pelengkap yang memperluas jangkauan dan efisiensi usaha.

Menteri Maman juga menjelaskan bahwa untuk memperkuat program ini, Kementerian tengah menyiapkan Super Apps bernama SAPA UMKM. Aplikasi ini akan menjadi pusat layanan digital UMKM mulai dari pemasaran, transaksi, hingga perluasan ke pasar global.

Baca Juga: Menteri UMKM Siapkan Sistem Satu Pintu untuk Permudah Sertifikasi dan Perizinan Pelaku Usaha

Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ahmad Ridha Sabana, menambahkan bahwa infrastruktur digital seperti QRIS sudah tersedia secara luas dan siap mendukung aktivitas pasar. “Dengan kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas pasar, digitalisasi bisa menjadi pemulih ekonomi rakyat,” ujar Ridha.

Dalam waktu dekat, pelatihan digitalisasi akan dilakukan di enam provinsi sebagai tahap awal. Pemerintah berharap langkah ini mampu mengangkat daya saing pedagang pasar sekaligus menjaga denyut ekonomi di tengah tantangan global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.