Akurat

Master Bagasi dan Kemendag Bersinergi: Produk Lokal Menembus Pasar Global

Oktaviani | 15 Februari 2025, 16:29 WIB
Master Bagasi dan Kemendag Bersinergi: Produk Lokal Menembus Pasar Global

AKURAT.CO Master Bagasi mendapat dukungan penuh dari Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, dalam upaya memperkuat ekspor produk asli Indonesia ke pasar global.

Sebagai cross-border e-commerce pertama karya anak bangsa, Master Bagasi menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Perdagangan guna memperluas akses produk lokal dalam rantai perdagangan internasional.

Dalam pertemuan di Kantor Kementerian Perdagangan, Mendag, menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong daya saing produk lokal di pasar global.

Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah mengintegrasikan Master Bagasi ke dalam platform resmi Kemendag, sehingga produk Indonesia lebih mudah diakses oleh pembeli internasional.

“Melalui pertemuan ini, saya melihat potensi besar diaspora Indonesia di luar negeri yang memanfaatkan Master Bagasi sebagai platform ekspor. Kami mendukung kolaborasi Master Bagasi dengan perwakilan perdagangan RI di luar negeri untuk semakin mempromosikan produk lokal,” ujar Budi Santoso, dikutip pada Sabtu (15/2/2025).

Baca Juga: Di HUT Gerindra, Jokowi Sebut Prabowo Presiden Terkuat di Indonesia

Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas dalam proses kurasi produk, sistem pembayaran, serta distribusi agar sesuai dengan standar internasional dan lebih kompetitif di pasar global.

Chief Creative Officer Master Bagasi, Dzulkarnain Ali Sahab, menyatakan, sinergi ini menjadi dorongan besar bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan bersaing di pasar global.

“Dukungan Kemendag sangat berarti bagi kami. Dengan adanya kolaborasi ini, kami semakin optimis bahwa produk asli Indonesia bisa bersaing di kancah internasional,” ujar Dzulkarnain.

Founder dan CEO Master Bagasi, Amir Hamzah, juga menyambut positif kerja sama ini.

Menurutnya, Master Bagasi telah mendapat respons baik dari berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belgia, Belanda, Polandia, dan Ceko.

Dengan semakin luasnya jangkauan produk Indonesia, kolaborasi ini diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi produsen dalam negeri.

“Ekspor berbasis Business to Consumer (B2C) berperan penting dalam memperkenalkan produk Indonesia ke konsumen global. Melalui Master Bagasi, produk lokal lebih mudah diakses dan dikenal secara luas,” ungkap Hamzah.

Baca Juga: Prabowo Malu Maju di Pilpres 2029 Jika Programnya Banyak yang Tidak Berhasil

Ia menambahkan, konsep B2C memungkinkan UMKM menembus pasar internasional tanpa harus menghadapi persyaratan kompleks seperti dalam skema Business to Business (B2B).

Dengan perkembangan digitalisasi, ekspor berbasis e-commerce menjadi solusi inklusif dan efisien.

Diaspora Indonesia pun dapat berbelanja berbagai produk nusantara melalui aplikasi Master Bagasi yang tersedia di Play Store dan App Store.

“Master Bagasi bukan sekadar platform belanja bagi diaspora. Kami mengkurasi ribuan produk terbaik dari ratusan brand asli Indonesia. Kami berharap diaspora Indonesia bisa menjadi duta produk lokal di luar negeri, sehingga produk nasional tetap eksis dan tidak tergantikan oleh produk luar hanya karena keterbatasan akses,” jelas Hamzah.

Baca Juga: Seorang Kades di Ciamis Mengundurkan Diri, Pilih Merantau ke Jepang

Sebagai bagian dari inovasi, Master Bagasi terus mengembangkan fitur Jelajah Nusantara, sebuah peta interaktif yang menampilkan produk lokal berdasarkan daerah asalnya.

Dengan fitur ini, diaspora Indonesia dapat mengenal dan mempromosikan produk unggulan dari berbagai daerah, sekaligus memastikan keberlanjutan ekosistem ekspor nasional.

Dengan kolaborasi yang semakin erat antara Master Bagasi dan Kementerian Perdagangan, diharapkan produk Indonesia semakin mendunia dan mampu bersaing di pasar internasional.

Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa dengan strategi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, produk lokal dapat menjadi kebanggaan global, serta UMKM Indonesia bisa naik kelas dalam ekosistem perdagangan dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.