Akurat

Sukses Ekspansi, UMKM Binjai Jadi Pemasok BUMN

Mukodah | 7 Desember 2024, 21:00 WIB
Sukses Ekspansi, UMKM Binjai Jadi Pemasok BUMN

AKURAT.CO Gerai kelontong UMKM, Rowtea, yang berasal dari Binjai, Sumatera Utara, berhasil menjadi pemasok BUMN seluruh Indonesia.

Sejak bergabung dengan PaDi UMKM pada 2022, bisnis Rowtea mengalami transformasi yang signifikan.

Usaha Rowtea yang dijalankan Dewi Suraya, semula berupa gerai kecil makanan dan minuman yang beroperasi di Stasiun Kereta Api Binjai.

Dewi memulai usahanya dengan berjualan makanan dan minuman.

Baca Juga: Komisi VII Minta Pemerintah Permudah UMKM Raih SNI

Pembelinya sebagian besar adalah pengunjung yang datang dan pergi, sedangkan pelanggan tetapnya adalah para pekerja di stasiun tersebut yang sering datang saat jam istirahat.

Inilah yang kemudian menjadi titik awal baginya untuk menangkap peluang yang lebih besar.

Dewi mendengar informasi dari pegawai stasiun bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) Binjai membutuhkan logistik untuk kebutuhan kantor.

Peluang ini memicu ide baru dalam benak Dewi.

Baca Juga: Dukung Pertumbuhan dan Kolaborasi, Kementerian UMKM Gelar Jalin Lokal 2024

Atas saran seorang teman, ia mulai mempelajari Pasar Digital (PaDi) UMKM, platform yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan BUMN.

"Awalnya saya membuka gerai dan hanya jualan makanan ringan dan minuman di stasiun. Tapi, teman menyarankan saya mencoba PaDi. Setelah mencari tahu dan belajar, ternyata tidak sulit untuk dipahami. Saya pun mulai membuat akun di B2B marketplace PaDi dan mulai memperbanyak jenis produk yang dijual," jelas Dewi, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/12/2024).

Keberuntungan pun berpihak kepada Dewi.

PT Kereta Api, yang sudah menjadi pelanggan di gerainya, ternyata merupakan salah satu pembeli utama di PaDi.

Baca Juga: Arief Muhammad Bagikan Strategi UMKM Naik Kelas di J&T Connect Preneur Summit

Melihat potensi kebutuhan pembeli-pembeli yang merupakan BUMN dan perusahaan dan transaksi yang lebih besar di PaDi, Dewi memperluas usahanya dengan menjual berbagai kebutuhan kantor, seperti gula, kopi, pembersih lantai, tisu dan sabun cuci tangan.

Perlahan, pekerja di tempatnya pun semakin bertambah.

Tidak butuh waktu lama, usaha Dewi mulai mendapat perhatian.

Seiring waktu, pesanan mulai mengalir dari BUMN lain seperti Bank Mandiri dan Telkom.

Baca Juga: Bazar UMKM BUMN Hadirkan Pesona Timur Indonesia

Usahanya tidak hanya dikenal di Binjai tetapi juga menarik pembeli dari daerah-daerah lain, seperti Rantauprapat, Padang hingga Jakarta.

Keberhasilannya dalam menjual produk-produk harian ini tidak hanya mendatangkan keuntungan, tetapi juga membantu menciptakan hubungan yang lebih transparan antara pelaku usaha kecil dan BUMN.

Menurut Dewi, salah satu keunggulan berjualan di PaDi adalah persaingannya yang sehat.

Harga antara penjual mudah dibandingkan oleh pembeli, sehingga tercipta transparansi.

Baca Juga: Master Bagasi: Ekspor UMKM dan Diaspora, Pilar Indonesia High-Income Country 2045

Ketika audit dilakukan, bukti transaksi pun mudah diakses, sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.

Dewi juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam bisnis.

Ia pernah mengalami masa sulit saat harus menutup salah satu gerainya karena masalah internal dengan karyawan.

Pengalaman ini mengajari betapa pentingnya keterbukaan dan kejujuran, terutama dalam skala bisnis yang lebih besar.

Baca Juga: Wacana Kenaikan PPN 12 Persen, DPR Desak Pemerintah Pikirkan Nasib UMKM

Lebih lanjut, Dewi juga sangat memperhatikan kualitas produk yang dijualnya.

Ia menyadari bahwa menyediakan barang berkualitas untuk kantor tidak hanya membantu kelancaran operasional, tetapi juga menciptakan suasana kerja yang nyaman.

"Kami selalu memilih barang dengan hati-hati agar pembeli puas, karena kenyamanan di tempat kerja dapat mendukung produktivitas," jelasnya.

Kini, Dewi semakin optimis terhadap masa depan usaha yang dirintisnya di pasar digital.

Baca Juga: Dharma Pongrekun Sebut Tim Ekonomi Adab Bakal Bangkitkan UMKM Lewat Pendampingan Terintegrasi

Meskipun ia tetap mempertahankan toko fisiknya, nyatanya penjualan online melalui PaDi telah menjadi tulang punggung bisnisnya.

Selama satu tahun bergabung di PaDi, Dewi berhasil mencatat kenaikan omset sampai 4.000 persen dibanding sebelumnya, yang hanya mengandalkan toko offline saja. Angka yang terbilang fantastis!

Ia juga mengakui bahwa kemudahan berbelanja di pasar digital membuatnya semakin yakin akan potensi besar yang masih bisa digali.

"Sekarang semuanya serba mudah. Saya sendiri malas ke pasar untuk beli sabun dan kebutuhan lain, lebih praktis beli online. PaDi UMKM sangat membantu memasarkan produk kami, dan ini telah meningkatkan perekonomian keluarga kami. Kami berharap bisa terus berkembang dan berkolaborasi dengan lebih banyak BUMN di masa depan," papar Dewi.

Baca Juga: Presiden Prabowo Hapus Utang Macet UMKM, Fokus Sektor Vital dan Pemulihan Ekonomi

Perjalanan Dewi dan tokonya Rowtea dari usaha kecil hingga menjadi pemasok BUMN adalah bukti nyata keseriusan Telkom menghadirkan PaDi UMKM.

Untuk dapat mendorong pelaku usaha kecil berkembang, naik kelas dan menembus pasar yang lebih besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK