Nilai Transaksi Bazar dan Expo UMKM Kementerian BUMN Tembus Rp28,3 M

AKURAT.CO Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat nilai transaksi program Bazar dan Expo UMKM terus tumbuh. Hingga November 2023, nilai transaksinya mencapai Rp28,3 miliar.
Staf Ahli Menteri BUMN Bidang Keuangan dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Loto Srinaita Ginting mengatakan sejauh ini Kementerian BUMN telah 12 kali menggelar Bazar UMKM, yang terbaru dari Pelindo dan BRI.
Adapun nilai transaksi 11 Bazar UMKM termasuk 1 di antaranya Expo UMKM Padi mencapai 32 ribuan transaksi senilai Rp28,3 miliar yang diselenggarakan oleh 24 BUMN di 29 provinsi.
Baca Juga: Masyarakat Sambut Antusias Bazar UMKM di Kotawaringin Timur
Rinciannya, 10 Bazar UMKM dengan 12.894 transaksi oleh 1.189 UMKM binaan 22 BUMN senilai Rp9,6 miliar dan 1 Expo UMKM Padi dengan 19.211 transaksi oleh 597 UMKM binaan 2 BUMN senilai Rp18,7 miliar.
"Angkanya nanti harus diupdate lagi, dari Pelindo 89 UMKM dan BRI 130 UMKM, itu totalnya nanti. Jadi, kemudian itu semua UMKM-nya, partisipasinya baik offline maupun online ya," kata Loto di Jakarta, Jumat (1/12/2023).
Ditambahkan, Kementerian BUMN akan selalu meningkatkan peserta Bazar UMKM. Untuk tahun 2024 misalnya, pihaknya akan mencoba format acara yang memiliki flavor yang sedikit berbeda demi mendukung perluasan pasar UMKM.
"Yang tahun depan kita membuka juga kesempatan nanti bazar ini bisa hadir di beberapa kota. Kota-kota yang akan juga kita kunjungi adalah Bandung, Medan, Balikpapan, Bali, Makassar, Labuan Bajo, hingga Jayapura. Dan selebihnya nanti sekitar lima kali di Sarinah dan satu kali nanti kemungkinan akan di luar Sarinah, kemungkinan akan di JCC," imbuh Loto.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menambahkan, pelaksanaan Bazar UMKM periode September, Oktober, dan November tahun ini saja nilai transaksi naik hingga mencapai Rp1-2 miliar.
"Kemarin mulai ada Rp1 miliar, Rp2 miliar untuk Oktober, September, naik, di November naik, jadi cukup naik, cukup bagus sehingga mencapai total hampir Rp9,5 miliar untuk UMKM kita, hanya di Sarinah ” imbuh Arya.
Belanja produk UMKM memang menjadi fokus Kementerian BUMN. Pasalnya, produk lokal ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kementerian BUMN pun berkomitmen terus menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui belanja produk UMKM yang dikemas dalam program Bazar UMKM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









