AKURAT.CO, Bazar UMKM Jelawat yang digelar di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, disambut antusias masyarakat, pedagang dan pemerintah daerah setempat karena dinilai positif untuk membantu memulihkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di tengah pandemi COVID-19.
Sri Astuti, salah seorang peserta bazar UMKM Jelawat di Sampit, Sabtu (16/01/2021) mengatakan bahwa omsetnya menurun hingga 50 persen selama pandemi COVID-19.
"Kami hanya mengandalkan pemasaran melalui media sosial dan kemudian langsung mengantar barang kalau ada pesanan," ucapnya.
Bazar UMKM Jelawat diikuti 40 pelaku UMKM dari berbagai komunitas. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari hingga Minggu (17/01/2021) malam ini dibuka Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Suparmadi didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat, Zulhaidir.
Rusmita Cahyani, peserta bazar mengaku sangat senang dan berterima kasih atas digelarnya bazar tersebut. Pelaku UMKM sangat membutuhkan dukungan, termasuk dalam hal event agar bisa kembali bangkit meski di tengah pandemi COVID-19 ini.
"Bazar ini membuat kami bisa mempromosikan lagi produk-produk kami dan mudah-mudahan bisa kembali disambut baik oleh masyarakat. Selama pandemi ini kami menyiasati dengan memasarkan produk secara online melalui media sosial," kata Rusmita.
Sambutan antusias juga ditunjukkan masyarakat. Sejak dibuka pada Sabtu sore, pengunjung ramai memadati bazar yang dilaksanakan di samping Pasar Rakyat Mentaya Jalan Achmad Yani Sampit tersebut.
"Kami mendukung kegiatan seperti ini karena akan sangat membantu pelaku UMKM. Masyarakat juga senang karena bisa berbelanja berbagai produk dalam kegiatan ini," kata Diana, salah seorang pengunjung.
Sementara itu Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Suparmadi mengapresiasi yang didukung Dinas Perdagangan dan Perindustrian yang dinilai sukses menggelar acara bazar ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19.
"Ini sangat bagus untuk pemulihan ekonomi. Bahkan kalau bisa, ini mungkin dilaksanakan setiap tiga bulan, untuk memicu pertumbuhan UMKM. Tapi protokol kesehatan tetap harus diterapkan. Jangan sampai ada klaster baru COVID-19," ujar Suparmadi.
Pandemi COVID-19 membawa dampak buruk yang luas bagi masyarakat, termasuk dalam hal perekonomian. Pemerintah daerah sangat mendukung upaya-upaya membantu pemulihan ekonomi masyarakat, di antaranya melalui Bazar UMKM Jelawat ini.
Suparmadi menambahkan, pemerintah daerah dan semua pihak terkait terus berupaya meningkatkan kembali sektor UMKM. Pemerintah daerah berupaya membantu memperluas pemasaran produk bahkan hingga bisa masuk ke ritel modern dan mal.
"UMKM teruji bisa bertahan di berbagai kondisi. Yang penting, protokol kesehatan harus terus dilaksanakan untuk membantu mencegah dan memutus mata rantai penularan COVID-19," demikian Suparmadi.
Sementara itu Ketua Panitia Bazar UMKM Jelawat, Rahmat Noor mengatakan, panitia menyediakan 20 tenda. Setiap tenda diisi dua lapak sehingga total peserta bazar mencapai 40 orang.
"Ini upaya membangkitkan kembali perekonomian, khususnya kami di sektor UMKM. Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian yang telah memfasilitasi sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik," kata pria yang akrab disapa Rahmat Kotim.
Rahmat yang juga Ketua UMKM Harati Berkah ini mengatakan, hampir satu tahun UMKM Kotawaringin Timur tidak ada kegiatan seperti ini. Tidak berlebihan kegiatan ini disambut antusias pelaku UMKM, pemerintah daerah dan masyarakat.
"Banyak pelaku UMKM yang ingin ikut Bazar UMKM Jelawat ini, namun dengan berat hati kami harus membatasi jumlah peserta karena alasan protokol kesehatan. Mudah-mudahan perekonomian masyarakat kita kembali membaik," demikian Rahmat.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik



