Akurat

Apa Itu Mokel? Sering Viral di Ramadan, Ini Penjelasan Lengkapnya!

Putri Chandra | 25 Februari 2026, 09:00 WIB
Apa Itu Mokel? Sering Viral di Ramadan, Ini Penjelasan Lengkapnya!

AKURAT.CO Apa itu mokel? Inilah istilah yang sering terdengar saat bulan Ramadan, terutama di media sosial.

Mokel merupakan bahasa gaul yang merujuk pada tindakan sengaja membatalkan puasa sebelum waktu Magrib tanpa alasan syar’i yang dibenarkan, seperti sakit atau safar.

Biasanya, pelaku mokel makan atau minum secara diam-diam, namun tetap berpura-pura berpuasa di depan orang lain.

Mokel identik dengan perilaku tidak jujur dalam beribadah karena menyembunyikan fakta bahwa puasa telah batal. 

Berikut ini penjelasan lengkap tentang istilah mokel yang sering dianggap sebagai perilaku buruk karena bertentangan dengan ajaran agama Islam.


Apa Itu Mokel?

Mokel adalah istilah yang berasal dari dialek Jawa Timuran, terutama populer di wilayah Malang, dan kini sudah dikenal luas secara nasional melalui media sosial.

Istilah ini digunakan untuk menyebut tindakan sengaja membatalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan secara syariat, lalu menyembunyikan perbuatan tersebut dari orang lain.

Dalam praktiknya, mokel identik dengan sikap tidak jujur dalam beribadah. Seseorang yang mokel biasanya sudah makan atau minum sebelum waktu berbuka, tetapi tetap berpura-pura seolah masih menjalankan puasa.

Karena dilakukan tanpa uzur seperti sakit atau bepergian jauh, tindakan ini termasuk pelanggaran serius dalam ajaran Islam.

Pelakunya diwajibkan bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha) dan mengganti puasa yang ditinggalkan di hari lain (qadha).

Di beberapa daerah lain, mokel memiliki istilah serupa, seperti “godin” dalam bahasa Sunda atau “mokah”, yang sama-sama merujuk pada kebiasaan membatalkan puasa secara diam-diam sebelum waktunya.


Cara Mencegah Keinginan Mokel

Berikut beberapa cara mencegah keinginan mokel saat berpuasa, yaitu:

1. Luruskan Niat Sejak Awal

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga bentuk ketaatan kepada Allah. Saat niat sudah kuat karena ibadah, godaan untuk mokel biasanya lebih mudah ditepis.

2. Jangan Lewatkan Sahur

Sahur membantu tubuh memiliki energi lebih lama. Konsumsi makanan tinggi serat, protein, dan cukup air agar tidak cepat lemas atau lapar berlebihan di siang hari.

3. Alihkan Fokus dengan Aktivitas Positif

Rasa lapar sering terasa lebih berat saat kita banyak diam. Isi waktu dengan bekerja, membaca, olahraga ringan, atau kegiatan produktif agar pikiran tidak terus tertuju pada rasa haus dan lapar.

4. Hindari Lingkungan yang Menggoda

Jika memungkinkan, jauhi situasi yang membuat godaan semakin besar, seperti nongkrong di tempat makan atau melihat konten makanan berlebihan di siang hari.

5. Ingat Konsekuensi dan Tanggung Jawab

Mokel tanpa alasan syar’i bukan hanya membatalkan puasa, tetapi juga berdampak pada kewajiban mengganti puasa dan bertaubat. Mengingat tanggung jawab ini bisa memperkuat tekad untuk bertahan.

6. Perbanyak Doa dan Dzikir

Saat godaan muncul, berdoalah agar diberi kekuatan. Dzikir dan membaca Al-Qur’an dapat membantu menenangkan hati dan menguatkan niat.

7. Jaga Kondisi Tubuh

Pastikan istirahat cukup dan tidak memaksakan aktivitas berat. Tubuh yang terlalu lelah lebih mudah menyerah pada godaan.


FAQ

1. Apa itu mokel?

Mokel adalah istilah gaul yang berarti sengaja membatalkan puasa sebelum waktu Magrib tanpa alasan syar’i, lalu menyembunyikannya dari orang lain.

2. Dari mana asal kata mokel?

Istilah ini berasal dari dialek Jawa Timuran, khususnya wilayah Malang, dan kini populer secara nasional melalui media sosial.

3. Apakah mokel diperbolehkan dalam Islam?

Tidak. Mokel tanpa alasan yang dibenarkan seperti sakit atau safar termasuk perbuatan yang melanggar aturan puasa.

4. Apa konsekuensi bagi orang yang mokel?

Seseorang yang mokel wajib bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha) dan mengganti puasa yang ditinggalkan di hari lain (qadha).

5. Apakah ada istilah lain selain mokel?

Ya, di beberapa daerah dikenal istilah “godin” dalam bahasa Sunda atau “mokah” dengan makna yang serupa.

6. Bagaimana cara menghindari keinginan mokel?

Dengan meluruskan niat, tidak melewatkan sahur, menjaga aktivitas positif, menjauhi godaan, serta memperbanyak doa dan dzikir.

Mokel bukan sekadar istilah gaul yang viral di media sosial, tetapi menggambarkan perilaku membatalkan puasa secara sengaja tanpa alasan yang dibenarkan agama.

Tindakan ini bertentangan dengan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam beribadah. Karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk menjaga niat, memperkuat iman, serta menghindari godaan agar puasa tetap sah dan bernilai pahala.

Dengan kesadaran dan komitmen yang kuat, ibadah Ramadan bisa dijalani dengan penuh keikhlasan dan keberkahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.