Akurat

Ayam Berkokok di Tengah Malam, Antara Fenomena Alam dan Tafsir Budaya

Herry Supriyatna | 23 Januari 2026, 00:00 WIB
Ayam Berkokok di Tengah Malam, Antara Fenomena Alam dan Tafsir Budaya

AKURAT.CO Di tengah sunyi malam saat kebanyakan orang terlelap, suara ayam jantan tiba-tiba memecah keheningan.

Kokok itu terdengar tanpa pola yang jelas, muncul sekali lalu menghilang, atau bahkan bersahut-sahutan.

Bagi sebagian orang, kejadian ini mungkin dianggap sepele.

Namun, bagi warga yang tinggal di kawasan perkampungan, suara ayam berkokok di tengah malam kerap menimbulkan rasa tidak nyaman sekaligus tanda tanya: apa sebenarnya yang terjadi?

Fenomena ayam berkokok di luar waktu subuh telah lama menjadi perbincangan di masyarakat.

Peristiwa ini tidak hanya dipandang sebagai kejadian alam biasa, tetapi juga kerap dikaitkan dengan mitos dan kepercayaan turun-temurun.

Hingga kini, kokok ayam di malam hari masih sering diasosiasikan dengan hal-hal mistis dan bernuansa horor.

Terjadi di Berbagai Tempat dan Waktu

Ayam berkokok di malam hari dapat terjadi di mana saja, mulai dari desa, pinggiran kota, hingga permukiman yang masih memelihara ayam secara tradisional.

Waktunya pun beragam, dari awal malam hingga dini hari menjelang subuh.

Dalam suasana malam yang sunyi, suara kokok ayam terdengar lebih jelas dan mencolok.

Bahkan, satu ekor ayam saja sudah cukup membangunkan satu lingkungan, terlebih jika diikuti kokok ayam lain yang bersahutan.

Baca Juga: Cara Melatih Fokus Anak Autis agar Lebih Mudah Berkonsentrasi

Cara Ayam Merespons Lingkungan

Secara biologis, ayam jantan tidak hanya berkokok sebagai penanda pagi.

Kokok merupakan bagian dari perilaku alami untuk menandai wilayah, menunjukkan dominasi, serta merespons perubahan lingkungan.

Ayam sangat peka terhadap cahaya. Lampu rumah, lampu jalan, atau sorot kendaraan yang melintas dapat mengganggu persepsi waktu mereka.

Dalam kondisi tertentu, ayam bisa mengira fajar telah tiba meski malam masih berlangsung, sehingga refleks berkokok pun muncul.

Selain cahaya, suara dan gerakan di sekitar kandang juga berpengaruh. Hewan lain yang melintas, angin kencang, atau aktivitas manusia di malam hari dapat memicu respons waspada.

Kokok menjadi bentuk reaksi spontan terhadap situasi yang dianggap tidak biasa.

Faktor hormonal dan sifat dominan ayam jantan juga membuat sebagian ayam lebih vokal dibandingkan yang lain.

Pengaruh Lingkungan Modern

Perubahan lingkungan akibat aktivitas manusia turut memengaruhi perilaku ayam. Malam hari yang dahulu gelap dan tenang kini dipenuhi cahaya buatan dan suara.

Kondisi ini mengganggu ritme istirahat alami ayam, terutama yang dipelihara di dekat rumah, jalan raya, atau kawasan ramai.

Akibatnya, perilaku yang seharusnya muncul di pagi hari bisa terjadi kapan saja. Kokok ayam di tengah malam pun menjadi fenomena yang semakin sering ditemui.

Mengapa Kerap Dikaitkan dengan Horor?

Di sisi lain, masyarakat memiliki cara tersendiri dalam memaknai peristiwa alam. Sejak lama, ayam dipercaya sebagai hewan yang peka terhadap hal-hal yang tak kasatmata.

Keyakinan ini berkembang dari pengalaman turun-temurun, terutama pada masa ketika penerangan minim dan pemahaman ilmiah belum luas.

Dalam cerita rakyat, ayam berkokok di malam hari kerap dianggap sebagai pertanda hadirnya sesuatu yang tidak biasa.

Baca Juga: Power Bank Cepat Habis? Ini Penyebab dan Solusinya

Suasana malam yang gelap dan sunyi membuat suara kokok terasa janggal dan mudah memancing imajinasi, sehingga kaitannya dengan hal mistis dan horor pun menguat.

Namun secara ilmiah, ayam tidak memiliki kemampuan khusus untuk melihat makhluk gaib.

Kokok yang terdengar hanyalah respons alami terhadap rangsangan lingkungan, yang kemudian ditafsirkan manusia sesuai latar budaya dan kepercayaannya.

Antara Logika dan Keyakinan

Fenomena ayam berkokok di tengah malam berada di persimpangan antara sains dan budaya.

Penjelasan biologis mampu menjawab penyebabnya secara rasional, sementara kepercayaan mistis menjelaskan bagaimana masyarakat memaknai peristiwa tersebut secara simbolik dan emosional.

Keduanya hidup berdampingan hingga kini. Ayam berkokok di malam hari bukanlah pertanda aneh jika dilihat dari sudut pandang perilaku hewan dan perubahan lingkungan.

Cahaya buatan, suara, gangguan sekitar, serta naluri alami ayam menjadi penyebab utama, sementara kaitannya dengan horor lebih merupakan warisan tafsir budaya yang berkembang dari generasi ke generasi.

Laporan: Mutiara MY/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.