Akurat

Koleksi Les Fragments dan URUB Hadirkan Dialog Tubuh dan Budaya di JF3 2025

Rizky Dewantara | 31 Juli 2025, 13:09 WIB
Koleksi Les Fragments dan URUB Hadirkan Dialog Tubuh dan Budaya di JF3 2025

AKURAT.CO Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) 2025 kembali menjadi ruang pertemuan lintas budaya dan generasi dalam dunia mode.

Desainer asal Prancis, Victor Clavelly, bersama LAKON Indonesia dan kolektif kreatif ALTRUIS/URUB menampilkan koleksi kolaboratif bertajuk URUB, serta koleksi eksperimental Clavelly bertajuk Les Fragments.

Kehadiran Clavelly di Jakarta menandai debut pertamanya di Asia. Sebelumnya, desainer yang dikenal lewat karyanya bersama Rick Owens, FKA Twigs, Katy Perry, hingga Beyonce ini telah memamerkan Les Fragments di panggung Men’s Fashion Week Paris.

Baca Juga: JF3 Fashion Festival 2025 Ajak Pelaku Industri Hidupkan Warisan Budaya Lewat Fesyen

Dalam JF3 2025, koleksi ini tampil sebagai bagian dari kolaborasi khusus bersama LAKON Indonesia dan seniman CGI asal Prancis, Heloïse Bouchot.

"Saya sangat antusias bisa membagikan karya saya untuk pertama kalinya di Asia, khususnya di Jakarta. Ini menjadi momen penting dalam perjalanan kreatif saya," ujar Clavelly, di Summarecon BSD, Kamis (31/7/2025). 

Les Fragments menggambarkan tubuh manusia pasca-antropocene, sebuah era imajinatif di mana tubuh berevolusi menjadi bentuk-bentuk hibrida yang terfragmentasi, melampaui batas antara organik dan artifisial. 

Koleksi ini memadukan teknik cetak 3D, chainmail modular, denim rekonstruksi, dan siluet-siluet skulptural, yang diproduksi langsung di studio Clavelly di Paris. Pendekatan ini menciptakan narasi visual tentang identitas, tubuh, dan ingatan yang tercerai.

Sementara itu, koleksi URUB yang dihadirkan LAKON Indonesia menjadi penghormatan terhadap kekuatan alam dan warisan budaya lokal.

Baca Juga: Indonesia-Prancis Gelar Seminar Dukung Perkembangan UKM Fesyen dan Kerajinan

Terinspirasi dari filosofi Jawa 'urip iku urub', yang berarti hidup itu menyala, koleksi ini memadukan nilai-nilai altruisme dengan estetika batik kontemporer.

"Dalam setiap helai kain, tersimpan cerita tentang tangan-tangan pengrajin yang bekerja dengan sepenuh hati. Mereka bukan hanya membuat kain, tetapi juga melestarikan identitas budaya kita," ujar perwakilan tim kreatif ALTRUIS/URUB yang turut berkontribusi dalam produksi koleksi ini.

Motif-motif yang ditampilkan terinspirasi dari fenomena alam seperti letusan gunung dan ledakan supernova, simbol tentang kehidupan baru yang muncul dari kehancuran.

Proses kreatif koleksi ini melibatkan para pengrajin batik dari berbagai daerah, menjadi bentuk nyata pemberdayaan budaya sekaligus ekonomi lokal.

Kehadiran Les Fragments dan URUB di JF3, memperlihatkan bagaimana fesyen bisa menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan yang lebih luas: tentang tubuh, waktu, teknologi, dan akar budaya.

Perpaduan dua dunia ini memperkuat JF3 sebagai ruang pertukaran gagasan kreatif global yang tetap berakar pada identitas lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.