Akurat

Dari Pekalongan ke Dunia: Batik OST Jadi Simbol Seabad Keteguhan Budaya

Ahada Ramadhana | 27 Juli 2025, 10:59 WIB
Dari Pekalongan ke Dunia: Batik OST Jadi Simbol Seabad Keteguhan Budaya

AKURAT.CO Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, mendorong generasi muda untuk terus melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa, sekaligus meningkatkan kualitas batik dalam industri kreatif nasional.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pameran Karya 3 Generasi Selama 100 Tahun Batik Oey Soe Tjoen (OST) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

“Batik bukan hanya kain, tapi perjalanan sejarah yang merekam pengaruh berbagai budaya. Melalui pameran ini, kita bisa melihat betapa batik adalah bentuk nyata dari diplomasi budaya Indonesia,” ujar Irene dalam keterangan resminya, Minggu (27/7/2025).

Irene menyoroti koleksi Batik Oey Soe Tjoen sebagai salah satu batik tulis halus tertua yang masih bertahan dan diminati kolektor internasional.

Berdiri sejak 1925 di Kedungwuni, Pekalongan, OST dikenal dengan kehalusan motifnya yang kaya akan nilai historis dan artistik. Motif-motifnya mencerminkan perpaduan budaya Jawa, Tionghoa peranakan, Eropa, Arab, hingga Asia Timur.

“Pameran ini menampilkan 90 lembar kain batik tulis dari tiga generasi. Ini bukan hanya soal keindahan visual, tapi tentang konsistensi, keunikan, dan otentisitas karya para pembatik,” kata Irene.

“Saya pribadi paling menyukai motif kupu-kupu dengan warna pink.”

Baca Juga: Tarik Ulur Transfer Jay Idzes: Genoa Siap Tawar Lebih, Venezia Bertahan

Irene menegaskan, Kementerian Ekonomi Kreatif berkomitmen untuk melindungi batik tulis melalui jaminan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) dan terus mendorong promosi global melalui pendekatan cultural diplomacy.

Generasi ketiga pengelola Rumah Batik OST, Widianti Widjaja, menyampaikan bahwa pameran ini menjadi bagian dari perayaan satu abad OST dengan tema Keteguhan Hati Merawat Warisan.

Menurutnya, warisan budaya bukan hanya soal benda, melainkan juga kisah pengabdian dan cinta terhadap karya.

“Batik adalah bentuk penghormatan atas sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan. Sehelai kain bisa menjadi alat diplomasi budaya yang kuat, dan tugas kita sebagai generasi penerus adalah menjaga serta mempromosikannya,” tutur Widianti.

Pameran Batik Oey Soe Tjoen dibuka untuk umum di Galeri Emiria Soenassa, TIM Jakarta pada 25 Juli hingga 3 Agustus 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.