Cara Membuat Surat Izin Tidak Masuk Kerja karena Urusan Keluarga yang Sopan dan Profesional

AKURAT.CO Dalam dunia kerja, kehadiran menjadi salah satu indikator kedisiplinan karyawan. Namun pada kondisi tertentu, seseorang terpaksa tidak dapat masuk kerja karena urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan.
Di sinilah pentingnya memahami cara membuat surat izin tidak masuk kerja karena urusan keluarga secara benar, sopan, dan profesional agar tetap menjaga etika serta hubungan baik dengan Perusahaan.
Surat izin bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk komunikasi resmi antara karyawan dan pihak perusahaan. Penulisan yang tepat akan membantu atasan atau bagian HRD memahami situasi tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
Baca Juga: Contoh Surat Izin Suami bagi Calon Petugas Haji Perempuan 2025 yang Sudah Menikah
Mengapa Surat Izin Tidak Masuk Kerja Perlu Dibuat?
Surat izin tidak masuk kerja diperlukan sebagai bentuk tanggung jawab karyawan atas ketidakhadirannya.
Selain itu, surat ini berfungsi sebagai dokumen administrasi yang dapat dijadikan arsip perusahaan.
Dengan adanya surat izin, perusahaan memiliki kejelasan mengenai alasan absen, durasi ketidakhadiran, serta kepastian kapan karyawan akan kembali bekerja.
Dalam konteks profesional, menyampaikan izin secara tertulis juga menunjukkan sikap menghargai aturan dan tata kelola yang berlaku di tempat kerja.
Urusan Keluarga Apa Saja yang Umumnya Diperbolehkan untuk Izin Kerja?
Urusan keluarga yang menjadi alasan izin kerja umumnya bersifat penting, mendesak, dan tidak dapat diwakilkan.
Beberapa di antaranya meliputi menghadiri pernikahan keluarga inti, mengurus anggota keluarga yang sakit, menghadiri pemakaman keluarga, mengurus kelahiran anak, hingga menyelesaikan masalah keluarga mendadak seperti kecelakaan atau urusan administratif yang tidak bisa ditunda.
Meski demikian, karyawan tetap dianjurkan menyampaikan alasan secara singkat, jelas, dan jujur tanpa perlu menjelaskan detail yang terlalu pribadi.
Bagaimana Cara Menulis Surat Izin Tidak Masuk Kerja karena Urusan Keluarga?
Menulis surat izin kerja karena urusan keluarga perlu memperhatikan struktur dan bahasa agar tetap profesional.
Surat sebaiknya diawali dengan penulisan tempat dan tanggal, diikuti tujuan surat yang jelas kepada atasan atau HRD. Setelah itu, identitas penulis perlu dicantumkan agar mudah dikenali.
Bagian isi surat memuat permohonan izin yang disampaikan secara sopan, lengkap dengan alasan tidak masuk kerja dan waktu izin yang diajukan.
Jika memungkinkan, karyawan juga dapat menyampaikan kesiapan untuk tetap dihubungi atau menjelaskan pengalihan tugas sementara.
Surat kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih dan tanda tangan sebagai bentuk tanggung jawab.
Bahasa yang digunakan sebaiknya bahasa baku dan formal, tidak bertele-tele, serta langsung pada inti permasalahan.
Tidak semua urusan keluarga dapat diprediksi.
Dalam kondisi mendadak, karyawan tetap dianjurkan menyampaikan izin sesegera mungkin, meskipun melalui pesan singkat atau telepon, lalu diikuti surat izin tertulis sebagai pelengkap administrasi.
Sikap terbuka, komunikasi yang baik, serta kesediaan bertanggung jawab atas pekerjaan yang tertunda akan membantu menjaga kepercayaan atasan meskipun izin dilakukan secara mendadak.
Baca Juga: Cara Membuat Surat Izin Tidak Masuk Sekolah Beserta Contohnya
Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja karena Urusan Keluarga
Jakarta, 8 Januari 2026
Kepada Yth.
Bapak/Ibu Pimpinan
PT Aman Sentosa
di Tempat
Dengan hormat,
Melalui surat ini saya mengajukan permohonan izin tidak masuk kerja pada hari Jumat, 9 Januari 2026. Hal tersebut dikarenakan saya harus menyelesaikan urusan keluarga yang tidak dapat saya tinggalkan.
Saya telah berkoordinasi dengan rekan kerja terkait tugas yang sedang berjalan agar pekerjaan tetap dapat terlaksana dengan baik selama saya tidak berada di kantor. Saya berencana kembali bekerja seperti biasa pada hari kerja berikutnya.
Demikian surat izin ini, saya sampaikan dengan sebenar-benarnya. Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Mutiara Yaletha
Staf Keamanan
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Membuat Surat Izin Kerja
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan surat izin kerja antara lain penggunaan bahasa terlalu santai, tidak mencantumkan tanggal izin secara jelas, alasan yang ambigu, hingga kesalahan penulisan nama atau jabatan atasan.
Kesalahan-kesalahan tersebut dapat membuat surat terkesan tidak profesional dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Oleh karena itu, sebelum mengirimkan surat, penting untuk memeriksa kembali isi dan penulisannya agar sesuai dengan etika kerja.
Menjaga Etika Kerja Meski Tidak Hadir di Kantor
Izin tidak masuk kerja bukan berarti lepas dari tanggung jawab. Karyawan tetap diharapkan menjaga komunikasi, memastikan pekerjaan tidak terbengkalai, serta kembali bekerja sesuai waktu yang telah disampaikan.
Sikap ini akan mencerminkan profesionalisme dan kedewasaan dalam dunia kerja.
Cara membuat surat izin tidak masuk kerja karena urusan keluarga pada dasarnya tidak rumit, asalkan disusun dengan bahasa yang sopan, alasan yang jelas, serta struktur yang rapi.
Surat izin yang baik bukan hanya memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi juga menjadi cerminan etika dan tanggung jawab seorang karyawan.
Mutiara MY (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








