Akurat

Portofolio Kreatif Jadi Penentu Lolos Kerja, Ini Cara dan Platform Terbaiknya

Eko Krisyanto | 24 Desember 2025, 23:17 WIB
Portofolio Kreatif Jadi Penentu Lolos Kerja, Ini Cara dan Platform Terbaiknya

AKURAT.CO Portofolio merupakan dokumen penting, terutama bagi profesional di bidang kreatif.

Melalui portofolio, seseorang dapat menampilkan hasil karya terbaik yang pernah dibuat sehingga HRD atau perekrut dapat menilai kesesuaian kualitas kerja dengan kebutuhan perusahaan.

Di bidang kreatif, portofolio umumnya berisi karya visual maupun tulisan, seperti artikel, desain logo, fotografi, desain produk, hingga desain interior. Isi portofolio dapat berbeda-beda, bergantung pada bidang dan keahlian yang ditekuni.

Seiring perkembangan teknologi, penyajian portofolio pun mengalami perubahan. Jika sebelumnya portofolio dibuat dalam bentuk fisik, kini portofolio digital semakin diminati karena lebih praktis, interaktif, dan mudah diakses kapan saja.

Selain sebagai penunjang karier, portofolio juga berfungsi untuk memantau perkembangan kualitas kerja dan kreativitas seseorang dari waktu ke waktu.

Tips Membuat Portofolio Kerja Kreatif yang Menarik

1. Pilih karya terbaik dan paling relevan

Portofolio yang efektif tidak diukur dari banyaknya karya, melainkan kualitas dan relevansinya. Pilih karya terbaik yang sesuai dengan posisi atau proyek yang dituju agar keahlian utama dapat terlihat jelas.

2. Tampilkan proses kerja

Selain hasil akhir, sertakan proses kreatif seperti sketsa awal, konsep, atau tahapan pengembangan. Hal ini membantu perekrut memahami pola pikir, kemampuan problem solving, dan pendekatan kerja yang digunakan.

Baca Juga: Storytelling Jadi Senjata Ampuh Campaign Media Sosial, Ini 7 Strategi yang Wajib Dipakai

3. Sertakan testimoni atau referensi

Ulasan dari klien, rekan kerja, atau atasan dapat menjadi nilai tambah. Testimoni positif meningkatkan kredibilitas sekaligus memperkuat kesan profesional di mata perekrut.

4. Gunakan platform yang tepat

Portofolio digital sebaiknya ditampilkan di platform yang sesuai dengan bidang masing-masing.

Behance dan Dribbble cocok untuk karya visual, GitHub untuk pengembang, sementara website pribadi bisa menjadi pilihan fleksibel asalkan tampilannya rapi dan responsif.

5. Bangun kesan pertama yang kuat

Gunakan gaya visual yang konsisten dan fokus pada spesialisasi tertentu. Kesan pertama yang kuat akan memudahkan perekrut memahami keahlian sejak awal melihat portofolio.

6. Perbarui secara berkala

Portofolio bersifat dinamis. Menambahkan karya terbaru secara rutin akan menunjukkan perkembangan kemampuan dan menjaga portofolio tetap relevan.

Rekomendasi Platform Portofolio Kerja Kreatif

1. Behance

Platform populer bagi desainer grafis, ilustrator, dan fotografer untuk menampilkan karya visual secara profesional.

2. Dribbble

Cocok untuk desainer grafis dan UI/UX yang ingin menampilkan karya dalam format singkat namun menarik.

3. LinkedIn

Selain jejaring profesional, LinkedIn memungkinkan pengguna menampilkan artikel, proyek, dan dokumen sebagai portofolio yang mudah diakses perekrut.

Baca Juga: Apa Itu Short Selling? Strategi Cari Untung Saat Harga Saham Anjlok

4. Adobe Portfolio

Menawarkan tampilan elegan dan profesional, cocok bagi desainer dan fotografer yang ingin membangun portofolio personal.

5. WordPress

Platform fleksibel dengan beragam tema portofolio yang dapat disesuaikan dengan profesi dan gaya personal.

Dengan portofolio yang terstruktur, relevan, dan selalu diperbarui, peluang untuk dilirik perekrut maupun klien akan semakin besar, khususnya di industri kreatif yang kompetitif.

Laporan: Nadia Nur Anggraini/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.