Akurat

7 Tips Membuat CV Mahasiswa agar Diterima Kerja Paruh Waktu

Eko Krisyanto | 1 Oktober 2025, 07:01 WIB
7 Tips Membuat CV Mahasiswa agar Diterima Kerja Paruh Waktu

AKURAT.CO Menjadi mahasiswa bukanlah penghalang untuk memiliki pengalaman kerja. Banyak perusahaan membuka peluang kerja paruh waktu bagi mahasiswa yang ingin menambah pengalaman sekaligus pemasukan.

Kunci utama untuk bisa diterima ada pada CV (Curriculum Vitae) yang dibuat dengan tepat.

Dilansir Nottingham Trent University (NTU), perekrut rata-rata hanya menghabiskan 5-7 detik untuk membaca CV sebelum memutuskan melanjutkan atau tidak.

Mahasiswa perlu membuat CV yang singkat, padat dan mampu menunjukkan keterampilan serta pengalaman meski masih terbatas.

Banyak mahasiswa mulai mencari kerja paruh waktu saat libur semester atau ketika ada lowongan di sekitar kampus. Dokumen yang diperlukan biasanya tidak jauh berbeda dengan pelamar kerja penuh waktu, hanya saja isinya harus disesuaikan dengan kondisi mahasiswa.

CV akan dikirimkan baik secara daring melalui e-mail atau portal rekrutmen maupun dibawa langsung ke perusahaan.

Perusahaan yang menjadi target biasanya restoran, kafe, toko ritel hingga bagian administrasi kantor yang membutuhkan tenaga tambahan.

Mereka mencari mahasiswa yang bisa menyeimbangkan jadwal kuliah dengan pekerjaan. Maka dari itu, CV mahasiswa harus bisa menunjukkan ketersediaan waktu, keterampilan dasar dan pengalaman organisasi yang relevan.

Baca Juga: 7 Tips Membuat CV untuk Pendaftaran Beasiswa agar Lolos Seleksi dengan Mudah

Tips Membuat CV untuk Mahasiswa Kerja Paruh Waktu

1. Sesuaikan CV dengan setiap lamaran

Jangan menggunakan satu CV untuk semua lowongan. Setiap pekerjaan memiliki persyaratan berbeda, sehingga CV perlu disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Misalnya, jika melamar di toko ritel, tonjolkan keterampilan komunikasi dan layanan pelanggan.

Hal ini akan menunjukkan bahwa kamu memang serius menargetkan posisi tersebut, bukan sekadar melamar secara massal.

2. Gunakan format yang profesional dan bersih

Tampilan CV adalah kesan pertama yang dilihat perekrut. Gunakan font yang mudah dibaca seperti Arial atau Calibri dengan ukuran minimal 10 pt.

Jaga agar CV tidak terlalu panjang, idealnya cukup satu halaman untuk kerja paruh waktu. Hindari desain yang terlalu ramai karena bisa mengganggu fokus perekrut pada isi.

CV yang rapi memberi kesan bahwa kamu adalah orang yang terorganisir.

Baca Juga: Cara Membuat CV yang Menarik untuk Fresh Graduate, Panduan Lengkap dan Contoh Gratis

3. Tulis ringkasan profil singkat di awal

Ringkasan profil membantu perekrut memahami siapa kamu dalam waktu singkat. Cukup 3–5 kalimat yang menjelaskan latar belakang, tujuan karier serta kelebihan yang relevan dengan posisi.

Bagian ini sebaiknya juga menyertakan ketersediaan waktu, sehingga perekrut tahu kamu bisa menyesuaikan jadwal kerja dengan kuliah.

Ringkasan yang tepat akan membuat perekrut tertarik membaca lebih lanjut.

4. Sorot keterampilan dengan contoh konkret

Hindari hanya menuliskan kata-kata umum seperti "rajin" atau "komunikatif." Lebih baik, sertakan bukti nyata seperti pengalaman menjadi anggota organisasi kampus, panitia acara, atau kerja kelompok proyek.

Dengan begitu, perekrut bisa melihat bahwa keterampilan tersebut memang pernah dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Ini akan menambah nilai lebih pada CV meski belum punya pengalaman kerja formal.

5. Cantumkan riwayat pendidikan dan pengalaman terbaru

Susun riwayat pendidikan dan pengalaman dalam urutan terbaru ke yang lebih lama. Sebutkan nama institusi, jurusan, tahun serta pencapaian akademik jika ada.

Baca Juga: Tips Membuat Profil CV Menarik dan Cara Menulis untuk Fresh Graduate

Jika pernah mengikuti magang singkat atau program sukarela, masukkan juga ke bagian pengalaman. Hal ini membantu menunjukkan bahwa kamu aktif dan terus berkembang di luar ruang kelas.

6. Masukkan sertifikasi yang relevan

Jika kamu memiliki sertifikat pelatihan atau kursus, jangan ragu untuk mencantumkannya. Misalnya, kursus bahasa asing, pelatihan digital marketing atau sertifikasi software.

Tulis dengan format jelas. Seperti nama sertifikasi, institusi pemberi, serta tanggal diperoleh. Sertifikat ini menunjukkan keseriusanmu dalam menambah keterampilan yang bermanfaat untuk dunia kerja.

7. Periksa ulang tata bahasa, ejaan dan kata kunci

CV yang baik harus bebas dari kesalahan ketik dan tata bahasa. Gunakan kata kerja aktif seperti "mengatur", "mengelola" atau "membantu" untuk menjelaskan pengalaman.

Selain itu, masukkan kata kunci yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan, seperti "customer service" atau "data entry" agar CV kamu lolos penyaringan otomatis (ATS). CV yang rapi dan relevan akan meningkatkan peluang dipanggil wawancara.

CV yang ringkas, relevan dan terstruktur baik akan menjadi tiket awal menuju peluang kerja yang lebih luas.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Website Buat CV Online Gratis Dan Mudah

Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK