Sambut World Cities Day, PIK2 Hadirkan Kota yang Nyaman dan Serasi dengan Alam

AKURAT.CO Di kawasan pesisir utara Jakarta, hamparan hijau yang berpadu dengan langit biru membingkai wajah baru sebuah kota modern bernama Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2).
Kawasan ini seakan menjawab tantangan kota besar yang kian padat: bagaimana menciptakan ruang hidup yang tetap manusiawi, hijau, dan menyatu dengan alam.
Momentum peringatan World Cities Day tahun ini menjadi momen refleksi bagi Agung Sedayu Group (ASG), pengembang kawasan PIK2.
Tema global “Toward a Sustainable Urban Future” diterjemahkan ke dalam langkah nyata, membangun kota yang bukan hanya megah dan fungsional, tetapi juga ramah terhadap manusia dan lingkungan.
“Happy World City Days today, toward a sustainable urban future. Maju terus PIK 2,” ujar Ade Yusuf, Landscape Management Director Agung Sedayu Group, dalam sambutannya di PIK2.
Bagi Ade, pembangunan kota bukan sekadar soal beton dan bangunan tinggi, tetapi juga tentang menanamkan nilai keberlanjutan dalam setiap jengkal tanah dan setiap sudut pandang kota.
Selama beberapa tahun terakhir, PIK2 terus menunjukkan arah baru dalam perencanaan kota modern. Jalur hijau membentang sepanjang Greenbelt Boulevard, menciptakan koridor alami yang menjadi paru-paru kawasan.
Di sisi lain, La Riviera menghadirkan kanal air bersih yang tertata rapi, dikelilingi oleh jalur pedestrian dan area komersial dengan desain bergaya Eropa modern.
Baca Juga: Cara Daftar Kartu Pekerja Jakarta 2025: Bisa Naik MRT, LRT, dan Transjakarta Gratis!
Konsep keseimbangan ini tampak nyata di Land’s End dan Aloha PIK2, dua kawasan rekreasi yang menjadikan pantai dan laut sebagai pusat kehidupan masyarakat.
Di sini, ruang publik dibangun bukan hanya sebagai tempat hiburan, tetapi juga ruang interaksi sosial yang menghubungkan warga dengan lingkungan sekitar.
“Semoga setiap sudut PIK2 jadi ruang bagi kebersamaan dan harapan baru. Selamat Hari Kota Sedunia,” tutur Miranda D.W.K, Advertising Promotion Director Agung Sedayu Group.
Kata “kebersamaan” yang diucapkannya menggambarkan semangat kota yang ingin tumbuh tidak hanya untuk bisnis, tapi juga untuk masyarakat yang hidup di dalamnya.
Selain keindahan lanskapnya, PIK2 juga dirancang dengan prinsip human-centered design.
Jalur pedestrian yang teduh, sistem transportasi internal ramah lingkungan, hingga drainase yang tersambung langsung dengan sistem pengelolaan air terpadu, semuanya dirancang agar kota ini tetap aman dan nyaman meski berada di pesisir yang rawan perubahan iklim.
Kawasan ini juga menjadi rumah bagi pusat kegiatan berskala nasional seperti NICE (Nusantara International Convention Exhibition) dan Indonesia Design District (IDD).
Dua destinasi ini tidak hanya memperkuat peran PIK2 sebagai pusat ekonomi kreatif baru, tetapi juga memperlihatkan bagaimana konsep kota berkelanjutan bisa berjalan berdampingan dengan pertumbuhan bisnis.
“Better city, better life at PIK2,” ujar Lucia Aditjakra, Sales & Marketing Director PIK2, menegaskan semangat untuk terus menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat urban.
Bagi Lucia, tagline itu bukan sekadar slogan promosi. Ia adalah cerminan dari visi PIK2, bahwa kota yang baik bukan diukur dari seberapa megah bangunannya, melainkan seberapa besar kota itu memberi ruang untuk kehidupan yang seimbang.
Hari Kota Sedunia bukan hanya peringatan simbolik bagi PIK2, tetapi momentum untuk menegaskan arah masa depannya.
Di tengah urbanisasi yang cepat, kota ini mencoba menampilkan wajah yang lebih tenang, dengan ruang hijau yang luas, sistem infrastruktur cerdas, dan kawasan bisnis yang tetap mengutamakan nilai keberlanjutan.
Di bawah payung Agung Sedayu Group dan Salim Group, PIK2 terus tumbuh menjadi kota yang tidak hanya menjanjikan nilai investasi tinggi, tapi juga kualitas hidup yang sehat.
Baca Juga: KPK Publikasikan Harta Kekayaan Denny JA, Tembus Rp 3,08 Triliun
Upaya menanam pohon, menjaga kualitas air, serta menciptakan kawasan bebas polusi menjadi bagian tak terpisahkan dari pengelolaan sehari-hari.
Dari jalur sepeda di Greenbelt, pantai di Aloha PIK2, hingga area belanja ramah keluarga di CBD Beachwalk, semua dirancang dengan satu tujuan: menghadirkan kota yang nyaman, indah, dan selaras dengan alam.
“PIK2 menunjukkan bahwa kemajuan tidak harus berarti kehilangan keseimbangan,” tutur Ade Yusuf menutup peringatan.
Dalam gema World Cities Day, PIK2 bukan sekadar proyek properti, ia adalah refleksi harapan tentang seperti apa seharusnya kota masa depan: maju, hijau, dan manusiawi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










