Apa Itu Video Games Tutor? Profesi Baru di Era AI!

AKURAT.CO Perusahaan rintisan AI milik Elon Musk, xAI, baru saja membuka peluang kerja untuk posisi Video Games TuTor atau pelatih AI Grok dengan fokus pada pembuatan game.
Posisi Video Games Tutor ini mendapat tawaran gaji yang cukup besar, yakni antara USD 45 hingga USD 100 per jam (sekitar Rp1,6 juta per jam), ditambah berbagai fasilitas lain seperti asuransi kesehatan.
Tugas utama seorang Video Games Tutor adalah membimbing dan mengasah kemampuan Grok dalam hal pengembangan konsep, mekanika, serta elemen-elemen lain yang berkaitan dengan game.
Salah satu persyarat sebagai Video Games Tutor adalah Mmemiliki pengalaman sebagai gamer yang menjadi nilai tambah bagi pelamar, tetapi bukan persyaratan utama.
Baca Juga: Elon Musk Prediksi Manusia Bisa Tinggal di Mars pada 2055
Hal yang lebih penting adalah pemahaman mendalam tentang desain game, ilmu komputer, media interaktif, serta aspek lain yang terkait dengan proses pembuatan game.
Selain itu, kandidat juga diharapkan mampu menilai kualitas sebuah game, menganalisis kontennya, serta memberikan rekomendasi terkait software pengembangan game yang relevan.
Saat ini, xAI membuka sebanyak 231 posisi kerja, mulai dari engineer, staf teknis, hingga berbagai pelatih AI di bidang lain.
Berikut ini penjelasan lengkap mengenai profesi Video Games Tutor yang membuat banyak orang penasaran, karena disebut sebagai profesi baru di era AI.
Baca Juga: Elon Musk Dituding Menyesatkan Publik soal Teknologi Swakemudi Tesla
Apa Itu Video Games Tutor?
Video Games Tutor adalah sebuah profesi atau posisi kerja di mana seseorang bertugas untuk mengajarkan, membimbing, atau melatih, dalam konteks ini bukan pemain manusia, melainkan kecerdasan buatan (AI), agar lebih memahami dunia video game.
Umumnya, Video Games Tutor memiliki tugas untuk memberikan pembelajaran seputar permainan kepada siswa.
Dalam peran ini, kamu dapat mengawasi performa mereka di komputer, mengajarkan berbagai teknik serta strategi, sekaligus membantu meningkatkan kemampuan bermain game secara keseluruhan.
Seorang tutor bisa memiliki spesialisasi tertentu, misalnya berfokus pada aspek edukatif dengan memanfaatkan game untuk melatih keterampilan pemecahan masalah, pengenalan pola, hingga kemampuan kognitif lainnya.
Ada juga tutor yang lebih menekankan pada ranah kompetitif, yaitu melatih pemain agar lebih unggul dalam game populer.
Apa pun fokusnya, pekerjaan ini umumnya mengharuskan tutor untuk memainkan dan menguasai berbagai game baru.
Sementara dalam lowongan kerja xAI milik Elon Musk, Video Games Tutor berarti orang yang akan:
1. Memberikan arahan kepada AI (Grok) mengenai konsep game, mekanika permainan, dan cara kerja desain game.
2. Melatih AI agar bisa memahami logika, strategi, dan struktur dalam pembuatan maupun pengembangan game.
3. Menjadi pengajar yang membantu AI agar lebih pintar dalam menciptakan ide game baru atau berinteraksi di bidang tersebut.
Jadi, berbeda dari tutor biasa yang mengajar manusia, Video Games Tutor di sini berperan sebagai pelatih AI khusus di bidang game development.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









