Elon Musk Dituding Menyesatkan Publik soal Teknologi Swakemudi Tesla

AKURAT.CO Elon Musk kembali jadi sorotan setelah ucapannya mengenai teknologi mengemudi otonom Tesla dipertanyakan. Ia mengklaim penggunaan radar dan lidar justru berisiko lebih besar dibanding sistem kamera murni.
Tesla sejak 2021 memulai proyek Tesla Vision dengan menghapus sensor radar dari lini mobilnya. Upaya ini diambil meski banyak insinyur perusahaan menilai radar masih penting untuk keamanan.
Berbeda dengan Tesla, sebagian besar perusahaan otomotif seperti Waymo dan Baidu mengandalkan kombinasi kamera, radar dan lidar. Pendekatan ini dianggap lebih akurat karena setiap sensor saling melengkapi.
"Lidar dan radar mengurangi keamanan karena perselisihan sensor. Jika lidar/radar tidak setuju dengan kamera, mana yang menang? Ambiguitas sensor ini menyebabkan peningkatan, bukan penurunan, risiko," sindir Musk, dikutip dari Electrek, Kamis (28/8/2025).
Bahkan, Waymo membuktikan kendaraannya bisa berjalan dalam hujan deras. Sebaliknya, Tesla justru mencantumkan dalam layanan Robotaxi bahwa sistemnya mungkin terbatas atau tidak tersedia dalam cuaca buruk.
Kebalikan dari pernyataannya di publik, Musk pernah mengakui hal berbeda melalui pesan pribadi pada 2021. Ia menuliskan bahwa "penglihatan dengan radar resolusi tinggi akan lebih baik daripada penglihatan murni."
Saat itu, Musk beralasan radar canggih belum tersedia secara luas sehingga Tesla tetap berfokus pada kamera. Namun kini, teknologi tersebut sudah umum dipakai oleh pesaing, termasuk Waymo yang menanamkan enam radar definisi tinggi pada sistemnya.
Pakar kecerdasan buatan Amir Husain menilai pendekatan Musk keliru. Ia menegaskan bahwa fusi sensor justru meningkatkan akurasi, bukan sebaliknya.
"Masalahnya bukan ketidaksepakatan biner antara dua sensor. Ini menghasilkan perkiraan yang lebih baik daripada yang dapat dihasilkan oleh sensor individu mana pun," ujar Husain yang juga anggota dewan penasihat IBM Watson.
Sampai sekarang, Tesla masih sebatas sistem bantuan level 2 dan belum mampu mewujudkan janji mobil swakemudi penuh. Sementara itu, Waymo dan Baidu telah mengoperasikan ribuan mobil otonom tanpa pengawasan di jalan raya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








