Akurat

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

Shalli Syartiqa | 15 Agustus 2025, 21:21 WIB
Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

AKURAT.CO Sapardi Djoko Damono adalah salah satu sastrawan terkemuka Indonesia yang dikenal dengan karya-karya puisinya yang mendalam dan penuh makna.

Pilihan diksinya yang sederhana namun kaya interpretasi membuat puisi-puisinya menyentuh hati banyak pembaca.

Berikut kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono yang seringkali dianggap menyentuh hati dan penuh makna.​

10 Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono

1. Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabahdari hujan bulan Juni

dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan Juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan Juni

dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu

2. Hatiku Selembar Daun

Hatiku selembar daunmelayang jatuh di rumput

Nanti dulu

biarkan aku sejenak terbaring di sini

ada yang masih ingin kupandang

yang selama ini senantiasa luput

Sesaat adalah abadi

sebelum kausapu tamanmu setiap pagi

3. Aku Ingin 
 
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

4. Sajak Tafsir

 Kau bilang aku burung?Jangan sekali-kali berkhianat

kepada sungai, ladang, dan batu.

Aku selembar daun terakhir

yang mencoba bertahan di ranting

yang membenci angin.

Aku tidak suka membayangkan

keindahan kelebat diriku

yang memimpikan tanah,

tidak mempercayai janji api yang akan menerjemahkanku

ke dalam bahasa abu.

Tolong tafsirkan aku

sebagai daun terakhir

agar suara angin yang meninabobokan

ranting itu padam.

Tolong tafsirkan aku sebagai hasrat

untuk bisa lebih lama bersamamu.

Tolong ciptakan makna bagiku,

apa saja — aku selembar daun terakhir

yang ingin menyaksikanmu bahagia

ketika sore tiba.

5. Hanya

Hanya suara burung yang kau dengar

dan tak pernah kaulihat burung itu

tapi tahu burung itu ada di sana

Hanya desir angin yang kaurasa

dan tak pernah kaulihat angin itu

tapi percaya angin itu di sekitarmu

Hanya doaku yang bergetar malam ini

dan tak pernah kaulihat siapa aku

tapi yakin aku ada dalam dirimu

Itulah deretan puisi Sapardi Djoko Damono yang menyentuh hati dan penuh makna.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.