Akurat

7 Inspirasi Contoh Puisi Hari Pahlawan 10 November yang Sederhana dan Penuh Makna

Iim Halimatus Sadiyah | 9 November 2025, 23:14 WIB
7 Inspirasi Contoh Puisi Hari Pahlawan 10 November yang Sederhana dan Penuh Makna

AKURAT.CO Inilah beberapa inspirasi contoh puisi Hari Pahlawan 10 November untuk mengingat perjuangan pahlawan bangsa.

Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November setiap tahun menjadi momen penting, agar masyarakat Indonesia bisa menghargai dan mengenang perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa.

Ada banyak cara untuk memeriahkan peringatannya, salah satunya dengan membaca atau membawakan puisi bertema kepahlawanan.

Baca Juga: Sejarah Hari Pahlawan 10 November: Makna, Asal Usul, dan Sosok Penting di Baliknya

Melalui pembacaan puisi, kita dapat menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air serta mengingat semangat juang para pahlawan yang patut diteladani.

Dikutip berbagai sumber, Minggu (9/11/2025), berikut ini contoh puisi Hari Pahlawan 10 November yang menarik dan penuh makna.

Contoh Puisi Hari Pahlawan 10 November

1. Elegi 10 November

Karya: Siti Isnatun M.

Hari ini kami memandang
wajah-wajah pada bingkai yang terpajang Menunduk membisikkan doa dalam semat kenangan akan jasa

Separuh asa kami melayang
dalam bayang-bayang
akan masa yang telah lalu
Darah yang telah mengalir
Keringat yang telah bergulir
bagai sebutir safir
dalam ruang yang temaram

Bukan lagi tangis yang seharusnya kami berikan Bukan!
Meski air mata membayangi kenangan akan pengorbanan yang telah dipersembahkan

10 November ini
Bersama duka ini
Kami sematkan setangkap doa Bersama tekad dan asa
Bahwa kami adalah tonggak penerus untuk jiwa kepahlawananmu yang tulus

2. Aku Ingin Menjadi

Karya: Siti Isnatun M.

Aku ingin menjadi,
Kerlip bintang di langit negeriku

Aku ingin menjadi,
Kepak sayap di tubuh bangsaku

Aku ingin menjadi,
Pohon padi untuk pangan rakyat negeriku

Saya ingin menjadi,
Tanaman tebu untuk pemanis dahaga bangsaku

Ini ungkapan hatiku akan makna kepahlawanan sebagai anak bangsa, generasi muda yang bangga menjadi Indonesia

3. Sang Pejuang

Karya: Shavna Agitsni

Dengan tegap kau beranikan diri
Melangkah tuk mengetuk diri
kau Bahkan siap mati
Demi kemerdekaan ibu pertiwi
Geram
tampak itu yang kau rasakan
Negeri ini telah lama tertikam
Dan kini kau akan menikam
Tak tahan untuk bungkam
Telah banyak darah yang mengalir
seolah-olah bagaikan sihir
Telah banyak goresan luka yang telah mereka ukir
Walau sudah tiada
Tapi namamu akan tetap ada
Walau kau sudah tidak ada di dunia
Jiwamu masih dalam sejarah bangsa

Baca Juga: Whoosh Tawarkan Promo Hero’s Deal, Tiket Mulai Rp200 Ribu di Hari Pahlawan

4. Perjuangan, Indonesia Merdeka!

Karya: Siti Nur Halimah

Dia tidak menginginkan harta
Dia dikenal bukan ingin dipuja
Dia yang jasanya sangat berharga
Dialah para pahlawan bangsa
Abdi di negeri
Mengorbankan jiwa dan raga
Tanpa lelah melawan dan memaksa para penjajah
Untuk apa?
Indonesia merdeka!
Terbebas dari belenggu dunia
Untuk apalagi?
Untuk kita!
Generasi selanjutnya
Melanjutkan cita-cita bangsa
Terimakasih para pahlawan
Jasamu selalu dikenang
Takkan luput dan hilang oleh waktu
Sejarahmu diingat selalu
Takkan dilupa karena kau sangat berharga
Kemerdekaan adalah hasilnya

5. Pahlawan

Karya: Fadil

Oh pahlawan
sesungguhnya tanpa pahlawan
hidup ini tidak berrati
karen aphalwan sudah berjasa

Pahlawan kau telah mendorong
demi tanah air dan bangsa
aku bangga dengan pahlawan
karena kau mengorbankan jiwa dan raga

Kau telah mengusir penjajah
yang ingin mengambil rempah-rempah
untuk dirinya sendiri,
terima kasih pahlawan

6. Panglima Besar Jendral Sudirman

Karya: Sides Sudyarto DS

Panglima Besar Sudirman
Ketika kau angkat senjata semua pemuda Indonesia siaga
Ikut bersamamu menyandang senapan
Mengawal Revolusi 17 Agustus 1945

Jendral yang perwira
Ketika kau mengembara bergerilya
Segenap putra-putri Indonesia terpanggil
Untuk mengantarmu maju ke medan laga
Mengobarkan api perjuangan, merebut kemerdekaan

Sudirman pahlawan agung
Dengan paru-paru sebelah kau atur komando
Perjuangan nasional semesta Nusantara
Dari atas tandu tergolek badanmu
mengatur siasat ke segala penjuru
Demi kebebasan tanah air nan satu

Panglima Revolusi nan utama
Seluruh Rakyat Indonesia bernaung
Di bawah bayanganmu setia sepenuh hati dan jiwa
Meneruskan tekad juangmu
Mengawal Revolusi Pancasila
Hingga akhir dunia

7. Sultan Hasanudin

Karya: Sides Sudyarto DS

Ketika kau naik takhta, Sultan
Kerajaan Gowa dalam puncak kejayaan
Tiada mengacau, tiada kejahatanTetapi
tatkala VOC datang
Negerimu pun menjadi keruh

Namun kau memang ksatria
Prajurit berdarah Bugis nan perkasa
Belanda pun kau menghadapi sambil berseri
Melawan musuh dikau tiada bersembunyi

Kau hantam terus menyerang musuh dengan meriam
Hasanudin Sultan yang berani mati
Meskipun bentengmu jatuh tetapi tetap terhormat
Sultan, kau gugur sebagai pahlawan

Kesimpulan

Peringatan Hari Pahlawan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga bagaimana kita meneruskan nilai perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan membaca dan membawakan puisi, kita diajak untuk kembali merasakan semangat keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air.

Semoga inspirasi puisi di atas dapat menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dan mengingatkan kita untuk terus menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan penuh pengorbanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.