Akurat

Portofoliomu Biasa Aja? Coba 5 Cara Ini Biar Langsung Dilirik HRD!

Ratu Tiara | 17 Juni 2025, 17:53 WIB
Portofoliomu Biasa Aja? Coba 5 Cara Ini Biar Langsung Dilirik HRD!

AKURAT.CO Portofolio adalah elemen penting saat melamar pekerjaan, khususnya di bidang kreatif.

Melalui portofolio, kamu bisa menunjukkan kemampuan, pengalaman, dan hasil karya terbaikmu. 

Bahkan, riset menyebutkan bahwa visual lebih mudah diproses oleh otak manusia dibanding teks biasa. Artinya, dengan portofolio yang menarik, peluang kamu dilirik oleh HR akan jauh lebih besar.

Baca Juga: Bagaimana Pemilihan Hasil Karya untuk Dimasukkan dalam Portofolio Murid?

Tips Membuat Portofolio yang Baik dan Benar

Setelah memahami apa itu portofolio dan kegunaannya bagi pelamar kerja, berikut beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk menyusun portofolio versi kamu dengan lebih baik:

1. Tentukan Bidang yang Dituju

Sebelum mulai mendesain portofolio, pastikan kamu sudah tahu bidang pekerjaan yang dituju. Ini penting agar konten portofolio kamu bisa fokus dan sesuai kebutuhan HR.

Contoh:

  • Jika ingin melamar sebagai Desainer Grafis, tampilkan karya seperti poster, logo, hingga kemasan produk.

  • Untuk Content Writer, lampirkan artikel, caption, atau script video hasil tulisanmu.

2. Pilih Proyek yang Akan Ditampilkan

Kualitas lebih penting daripada kuantitas. Cukup tampilkan 3–5 karya terbaik kalian.

Apabila kamu tidak memiliki pengalaman kerja, kamu bisa mencantumkan proyek dummy atau proyek fiktif yang kamu kerjakan, lalu tugas kuliah atau karya dari organisasi.

3. Sederhanakan Portofolio

Ketika proses rekrutmen berlangsung, HRD biasanya harus menelusuri puluhan hingga ratusan portofolio kandidat.

Jika tampilan portofolio terlalu padat dan berlebihan, besar kemungkinan akan terlewat begitu saja. Untuk menghindarinya, pastikan portofolio kamu tampil sederhana namun tetap menarik. 

Gunakan desain yang clean dengan palet warna netral, susun layout secara konsisten, utamakan visual dibandingkan teks, dan gunakan bahasa yang jelas serta mudah dimengerti.

Jika memungkinkan, buat versi digital seperti website portofolio atau CV interaktif.

Baca Juga: 57 Persen Investor Kaya Ingin Perluas Portofolio ke Pasar Global

4. Jelaskan Peran dan Pencapaian

Saat menampilkan karya atau pengalaman dalam portofoliomu, pastikan kamu mencantumkan peran dan pencapaian yang telah kamu raih. 

Jelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, serta gambarkan kontribusimu secara konkret dalam setiap proyek, termasuk dampak atau hasil yang berhasil dicapai. 

Hal ini akan membantu recruiter memahami sejauh mana keterlibatan dan nilai tambah yang kamu bawa dalam sebuah pekerjaan.

5. Sertakan Informasi Diri dan Kontak yang Jelas

Pastikan kamu mencantumkan informasi latar belakang secara lengkap dalam portofolio, mulai dari tempat tinggal, tanggal lahir, asal daerah, riwayat pendidikan, pengalaman organisasi atau komunitas, keterampilan yang dimiliki, minat karier, hingga riwayat pekerjaan. 

Hal tersebut dapat membantu HRD mengenal siapa dirimu secara menyeluruh. Jangan lupa juga sertakan kontak yang dapat dihubungi, seperti nomor telepon dan tautan ke profil profesional (LinkedIn, portofolio digital, atau media sosial yang relevan). 

Perlu diingat, membuat portofolio yang menarik dan efektif membutuhkan perencanaan yang matang.

Pastikan portofoliomu mampu mencerminkan kemampuan, pengalaman, dan kepribadian secara optimal agar kamu bisa menonjol di mata perekrut dan meningkatkan peluang untuk dipanggil ke tahap berikutnya.

Baca Juga: Bagaimana Pemilihan Hasil Karya untuk Dimasukkan dalam Portofolio Murid?

Susunan Portofolio yang Ideal

Berikut adalah susunan portofolio yang ideal agar terlihat profesional dan memudahkan HRD dalam menilai kualitasmu:

1. Cover Page

Halaman depan portofolio yang memuat:

  • Judul portofolio

  • Nama lengkap

  • Kontak (nomor HP & email)

  • Posisi atau bidang yang dituju

  • Foto diri (opsional, tapi disarankan untuk posisi kreatif)

2. Profil Singkat

Bagian ini mencakup:

  • Deskripsi singkat tentang dirimu (About Me)

  • Minat atau ketertarikan di bidang pekerjaan tertentu

  • Hard skill & soft skill yang dimiliki

  • Tautan ke LinkedIn, email, atau CV online

3. Daftar Isi

Jika kamu memiliki lebih dari 3 proyek yang ditampilkan, sertakan daftar isi untuk memudahkan navigasi portofolio.

4. Isi 

  • Pilih 2–5 proyek terbaikmu.

  • Pastikan setiap proyek menampilkan: nama proyek, peranmu, tujuan, proses pengerjaan, dan hasil akhirnya.

  • Tambahkan visual pendukung agar lebih menarik.

  • Jika perlu, sebutkan tools atau software yang digunakan.

5. Penutup

  • Sertifikat pelatihan atau workshop (jika relevan)

  • Testimoni dari klien, dosen, atau mentor

  • Tautan ke media sosial profesional atau portofolio online (misalnya: Behance, GitHub, atau blog pribadi)

Dengan struktur seperti ini, portofoliomu akan lebih mudah dinilai dan memberi kesan profesional kepada HRD.

 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R