3 Tanda Anda Terlalu Baik hingga Orang Enggan Menghargai

AKURAT.CO Dulu bersikap baik dianggap sebagai pujian tertinggi. Bagaimanapun, siapa yang tidak ingin dirinya disukai dan dihargai? Namun, seiring waktu, menjadi jelas bahwa ada batasan tipis antara bersikap baik dan bersikap terlalu baik dan melampaui batas ternyata bisa berdampak memiliki konsekuensi sendiri.
Bila Anda terlalu baik, orang-orang akan menganggap Anda remeh. Mereka berhenti untuk menghargai waktu, batasan, dan bahkan pendapat Anda. Hal-hal yang membuat Anda berpikir akan dihormati bisa jadi malah terjadi sebaliknya.
Baca Juga: 3 Manfaat Silaturahmi, Salah Satunya sebagai Predikat Orang Baik
Jika Anda pernah berpikir mengapa orang-orang tidak menganggap Anda serius atau bahkan mengapa Anda terjebak dalam hubungan sepihak, bisa jadi karena kebaikan Anda yang merugikan Anda.
Dikutip dari Geediting pada Senin, (3/2/2025), berikut 3 tanda yang menjelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi.
1. Anda menyetujui hal-hal yang sebenarnya Anda tidak ingin lakukan
Pernahkah Anda mengatakan “ya” padahal sebenarnya "tidak"?
Terkadang, mungkin hal tersebut sopan untuk dilakukan. Namun, malah menjadi tanda bagi orang lain bahwa energi, waktu, dan batasan Anda tidak sepenting milik mereka.
Faktanya, orang-orang akan terlebih dahulu menghargai orang yang menghargai diri mereka sendiri. Jika Anda selalu mencoba untuk membuat orang lain senang, terkadang mereka mulai melihat Anda sebagai orang yang mudah dibohongi, bukan sebagai orang yang mereka kagumi.
Mengatakan tidak bukan sesuatu yang kasar. Terkadang hal itu diperlukan.
2. Anda sering meminta maaf walaupun itu bukan kesalahan Anda
Selama ini, ada kebiasaan untuk minta maaf atas semua hal. Kalau ada yang menabrak, langsung bilang, "Oh, maaf," kalau proyek di kantor telat karena kesalahan orang lain, tetap saja bilang, "maaf," padahal sebenarnya kita mengetahui bahwa itu bukan salah kita sendiri, tetapi kita selalu saja meminta maaf.
Minta maaf terlalu sering mungkin terlihat sepele atau bahkan sopan, tetapi dapat membuat orang lain memandang Anda dengan cara yang kurang baik. Jika Anda selalu minta maaf, itu seperti memberi tanda bahwa Anda merasa bersalah atau tidak percaya diri. Orang-orang bisa menangkap energi itu dan akhirnya tidak menghargai Anda sebagaimana mestinya.
Daripada minta maaf untuk hal yang bukan kesalahan Anda, coba ganti dengan kalimat seperti, “Terima kasih sudah memperbaikinya” atau “Saya hargai bantuanmu.” Perubahan kecil seperti ini bisa membuat dampak yang besar.
Baca Juga: Pimpinan KPU RI Pastikan Tim Verifikasi Transparan: Kami Orang Baik
3. Menghindari konflik dengan segala cara
Banyak orang mengira menghindari konflik bisa menjaga kedamaian, tapi seringkali malah sebaliknya.
Kalau masalah tidak dibicarakan, rasa kesal bisa menumpuk diam-diam baik dalam diri sendiri maupun orang lain. Lama-kelamaan, konflik yang tidak diselesaikan bisa merusak hubungan lebih parah daripada sekadar bicara jujur (meski terasa tidak nyaman).
Kalau Anda selalu mengalah atau diam, orang lain mungkin mengira Anda tidak punya keberanian untuk mempertahankan pendapat. Akibatnya, mereka bisa mengabaikan pendapat Anda sama sekali.
Berkata jujur tidak membuat Anda jahat, itu membuat Anda menjadi diri sendiri. Menjadi diri sendiri jauh lebih dihargai daripada diam tanpa suara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







