8 Perilaku yang Wajar Dinilai Negatif Menurut Psikologi

AKURAT.CO Setiap orang pasti pernah berada dalam situasi di mana perilaku seseorang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Entah itu karena ketidakjujuran, sikap terlalu sopan, atau kurangnya empati, beberapa tindakan memang dapat menjadi alasan untuk memberikan penilaian negatif.
Meski kita sering diingatkan untuk tidak terlalu cepat menilai, kenyataannya, beberapa perilaku tertentu memang patut mendapat perhatian. Penilaian ini bukan sekadar soal mengkritik, tetapi juga tentang menjaga integritas serta kualitas hubungan yang sehat.
Psikologi mengungkap bahwa perilaku seperti ketidakdewasaan emosional, egoisme, atau ketidakpedulian dapat mengganggu kenyamanan dalam berinteraksi.
Jika dibiarkan, perilaku-perilaku ini berpotensi merusak hubungan baik. Berikut delapan perilaku yang menurut psikologi sah untuk dinilai negatif:
Baca Juga: Said Aldi Al Idrus Resmi Menutup Kejurnas Kickboxing Pelajar dan Mahasiswa 2024
1. Ketidakjujuran
Ketidakjujuran adalah penghancur kepercayaan, fondasi utama dalam setiap hubungan.
Kebiasaan berbohong, baik besar maupun kecil, menciptakan ketidaknyamanan dan menimbulkan keraguan.
Jika seseorang sering menutupi kenyataan, ini adalah tanda untuk berhati-hati.
2. Kesopanan Berlebihan
Kesopanan penting, tetapi jika berlebihan, bisa menjadi masalah.
Sikap yang terlalu sopan sering kali menyembunyikan perasaan asli dan menunjukkan kurangnya ketegasan. Hal ini membuat hubungan terasa kurang tulus.
3. Kurangnya Empati
Empati adalah kunci dalam membangun hubungan yang baik.
Orang yang tidak menunjukkan empati cenderung egois dan mengabaikan perasaan orang lain. Ketidakhadiran empati bisa merusak komunikasi dan menghambat hubungan sosial.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Pamer Jet Pribadi Baru dengan Ikon 'Siu', Harganya Sentuh Rp1,175 Triliun
4. Perilaku Tidak Konsisten
Ketidakpastian dalam tindakan seseorang dapat menimbulkan kebingungan.
Janji yang sering dilanggar atau perilaku yang berubah-ubah merusak kepercayaan. Ketidakonsistenan yang terus-menerus menjadi sinyal bahaya dalam hubungan.
5. Menghindari Tanggung Jawab
Orang yang selalu menghindari tanggung jawab dan mencari alasan atas kesalahan menunjukkan kurangnya integritas.
Mengakui kesalahan dan bertanggung jawab adalah pondasi untuk hubungan yang sehat.
6. Sikap Negatif yang Berlebihan
Berada di sekitar orang yang selalu berpikiran negatif bisa melelahkan. Sikap ini dapat memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental Anda.
Baca Juga: Insiden Pengeroyokan di Sembulang Hulu: MEG Desak Pemerintah Jamin Keamanan
Fokus terus-menerus pada hal buruk tanpa usaha melihat sisi positif adalah perilaku yang sebaiknya dihindari.
7. Terlalu Egois
Orang yang terlalu egois cenderung hanya memikirkan diri sendiri dalam setiap interaksi. Sikap ini mengabaikan kebutuhan dan perasaan orang lain, sehingga merusak keseimbangan dalam hubungan.
8. Tidak Menghormati Orang Lain
Merendahkan, mengabaikan batasan pribadi, atau bersikap tidak sopan adalah bentuk perilaku yang merusak.
Menghormati orang lain adalah prinsip dasar dari hubungan yang sehat. Tidak ada alasan untuk mentoleransi perilaku yang tidak menghargai.
Memahami perilaku yang wajar dinilai negatif membantu kita menjaga hubungan yang sehat dan saling menghargai.
Baca Juga: Diskon Tarif Listrik 50 Persen Berlaku Januari-Februari 2025, Ini Daftar Penerima dan Mekanismenya!
Setiap orang berhak diperlakukan dengan baik dan dihormati. Mengenali tanda-tanda perilaku buruk adalah langkah awal untuk menciptakan hubungan yang lebih harmonis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










