7 Perilaku yang Harus Kamu Tinggalkan untuk Menjadi Lebih Tersedia Secara Emosional di Usia Dewasa

AKURAT.CO Ketersediaan emosional sering terasa sulit, terutama seiring bertambahnya usia, pastinya selalu ada perilaku yang harus ditinggalkan untuk lebih siap menjadi dewasa.
Dengan bertambahnya tanggung jawab dan pengalaman, maka perubahan perilaku juga harus tersedia secara emosional di usia dewasa dan meninggalkan masa lalu.
Sering kali, kebiasaan tertentu muncul tanpa disadari, sehingga kita juga harus siap tinggalkan perilaku sebelumnya agar bisa mengatur ketersediaan emosional yang lebih baik di usia dewasa.
Jika kamu merasa terjebak dalam pola lama dan mendambakan hubungan yang lebih dalam, maka mulai saat ini harus belajar untuk berubah menjadi lebih baik.
Dikutip dari geediting, Kamis (5/12/2024), berikut contoh perilaku yang harus ditinggalkan untuk menjadi pribadi yang lebih siap di usia dewasa.
Contoh Perilaku yang Harus Ditinggalkan di Usia Dewasa
1. Menutup diri
Ketersediaan emosional membutuhkan keberanian untuk terbuka, berbagi perasaan, dan membiarkan orang lain masuk.
Namun, waktu yang terus berjalan membuat kita cenderung menutup diri sebagai cara melindungi diri dari rasa sakit.
Sikap tersebut termasuk dalam menghindari kerentanan yang sering menghalangi hubungan mendalam karena sikap tertutup menciptakan jarak dengan orang lain.
Baca Juga: Menurut Psikologi: Inilah 6 Tipe Orang yang Bisa Merugikan Bisnis Kamu di Masa Depan!
2. Menyimpan perasaan dendam
Salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan hidup, yaitu menjadi lebih siap secara emosional termasuk melepaskan dendam.
Menyimpan dendam tidak hanya melukai diri sendiri, tetapi juga menghambat pertumbuhan emosional seseorang.
3. Suka menghakimi
Setiap orang memiliki bias dan penilaian itu memang manusiawi. Namun, kebiasaan menghakimi dapat menghambat kesiapan emosional kamu.
Menghakimi menciptakan jarak antara kamu dan orang lain, sehingga cenderung melihat mereka berdasarkan bias, bukan sebagai diri mereka sebenarnya.
4. Mengabaikan emosi sendiri
Ketersediaan emosional bukan hanya soal memahami perasaan orang lain, tetapi juga menerima dan mengenali emosi diri sendiri.
Penelitian menunjukkan bahwa menekan emosi justru meningkatkan risiko kecemasan dan depresi.
Mengabaikan perasaan membuat kita sulit membangun hubungan emosional dengan orang lain.
5. Takut akan perubahan
Psikologi menunjukkan bahwa perubahan terlalu cepat sering memicu rasa takut dan cemas, sehingga membuat banyak orang merasa tidak nyaman.
Namun, menolak perubahan dapat menutup diri sendiri secara emosional dari pengalaman dan hubungan baru.
Ketika rasa takut akan hal yang tidak diketahui mengendalikan pikiran, maka pola lama yang tidak lagi bermanfaat mungkin terus berulang.
Ketersediaan emosional membutuhkan kemampuan beradaptasi untuk tumbuh, berkembang, dan menerima ketidakpastian hidup.
Itulah informasi menarik mengenai perilaku yang harus ditinggalkan agar lebih tersedia secara emosional di usia dewasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









