Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus, Diperingati Tiap Tahun di Indonesia!

AKURAT.CO Beberapa hari lagi, masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Pramuka 14 Agustus yang ke-63 tahun.
Tentu saja peringatan tersebut akan mengingatkan masyarakat dengan adanya sejarah Hari Pramuka 14 Agustus yang termasuk dalam perjalanan bangsa.
Orang Indonesia memperingati Hari Pramuka Indonesia setiap 14 Agustus bukan tanpa alasan, namun pada tanggal itu memang terjadi peristiwa penting.
Mengutip berbagai sumber, Jumat (9/8/2024), berikut ini sejarah Hari Pramuka 14 Agustus yang selalu diperingati setiap tahunnya.
Baca Juga: Hari Pramuka, Yuk Berkemah di Halaman Rumah dengan Anak
Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus
Sebelum menjadi populer di Indonesia, gerakan Praja Muda Karana atau dikenal pramuka sudah berkembang di Inggris melalui pembinaan remaja Lord Robert Baden Powell of Gilwell.
Powell dikenal memiliki banyak pengalaman yang memengaruhi kegiatan pramuka di alam, seperti kemampuan berlayar, berenang, berkemah, dan mengalahkan kerajaan Zulu di Afrika.
Powell juga sempat menulis buku "Aids to Scouting", yang menjadi pedoman bagi tentara muda Inggris dalam melaksanakan tugasnya.
Kemudian, Powell diminta oleh pimpinan Boys Brigade di Inggris untuk menggunakan pengalamannya agar bisa mengajar anggotanya untuk bertahan hidup.
Baca Juga: Pesan Ma'ruf Amin di Hari Pramuka
Pada 1908, dia kembali menulis buku tentang pengalamannya dengan latihan kepramukaan. Buku "Scouting for Boy" menjadi sangat populer di Inggris dan beberapa negara lain, termasuk Indonesia.
Berdirinya Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO), yang kemudian berganti nama menjadi Nederlands Indische Padvinders (NIP), menjadi tanda sebagai awal gerakan kepanduan di Indonesia.
Pada tahun 1916, SP Mangkunegara VII sendiri mendirikan kelompok kepanduan di tanah airnya tanpa bantuan Belanda.
Organisasi kepanduan pertama di Indonesia adalah Javaansche Padvinders Organisatie (JPO), yang lahirnya dijadikan inspirasi bagi organisasi kepanduan lain di Indonesia.
Kemudian pada September 1945, sejumlah orang penting dari gerakan kepanduan Indonesia berkumpul di Yogyakarta, dengan adanya kongres yang membentuk Pandu Rakyat Indonesia pada 27-29 September 1945.
Keputusan MPRS No. II/MPRS/1960 telah ditetapkan untuk menentukan kehadiran Gerakan Pramuka di Indonesia.
Pada 9 Maret 1961, Presiden Soekarno baru memberikan amanat kepada pimpinan pandu di Istana Merdeka.
Baca Juga: Hari Pramuka 2020: Prangko dengan Tema Kepanduan Banyak Diminati Kolektor
Hal itu sebagai upaya untuk menjadikan kepanduan menjadi komponen penting dari pembangunan negara lebih efektif.
Dalam Keppres Nomor 238 Tahun 1961, lambang Pramuka yang sekarang kita kenal adalah Tunas Kelapa.
Barulah pada 14 Agustus 1961, Presiden Soekarno memberikan Panji Gerakan Pramuka dengan Keppres Nomor 448 Tahun 1961.
Itulah sejarah Hari Pramuka Indonesia yang ditetapkan pada 14 Agustus, dan sampai sekarang menjadi peringatan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









