Tips Membuat Konten Positif di Internet Berikut Manfaat dan Dampaknya

AKURAT.CO Konten positif, menurut Dosen Ilmu Komunikasi UNPRI Makassar, Husnul Hidayah, adalah konten yang mengandung muatan inspiratif, edukatif, dan menghibur.
Beberapa contoh konten positif adalah konten tentang tips mencari pekerjaan dan bagaimana membuat surat lamaran pekerjaan yang sesuai, atau tips tentang perawatan anak usia dini.
Menurut dia, dibutuhkan strategi yang tepat untuk membuat konten positif.
"Yang penting adalah topik apa yang sedang banyak dibicarakan dan dicari orang-orang? Itu bisa menjadi awal untuk membuat konten positif. Kemudian, kenali audiens kita untuk pembuatan konten tersebut dan upayakan agar ada solusi dalam konten yang dibuat," ujar Husnul dalam acara semarak desa dan halal bi halal pada Jumat, 26 April 2024 yang bertempat di Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Dalam acara bertema "Bijak Menggunakan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif", Husnul beralasan perlunya memperhatikan tren dan inovasi dalam pembuatan konten, yaitu untuk menarik lebih banyak perhatian dan keterlibatan audiens.
Selanjutnya adalah meningkatkan visibilitas audiens dan berpotensi untuk mendapat keuntungan.
"Tren dan inovasi adalah elemen kunci dalam pembuatan konten di platform digital yang tidak boleh diabaikan," katanya.
Dalam acara yang dihelat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) turut hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar Muhammad Hasbi; serta Photography Influence & Social Media Enthusiast Iksan Colly.
Sebagai pemberi pidato kunci acara ini adalah Pejabat Bupati Takalar Setiawan Aswad.
Acara ini juga dihadiri oleh masyarakat setempat yang berasal dari berbagai kalangan, terutama komunitas Kerukunan Warga Galesong Selatan dan Galesong Utara serta turut hadir Camat Galesong Selatan Dirwansah dan Kepala Desa Bonto Kassi Muhammad Aksin Suarso.
Dalam pidato kuncinya, Setiawan Aswad mengatakan, lewat internet, generasi muda akan mendapatkan banyak hal, baik itu yang positif maupun yang negatif. Oleh karena itu, kegiatan literasi digital akan memberikan pemahaman dan kesadaran bagi pengguna media sosial, internet, maupun ponsel pintar untuk memanfaatkannya dengan bijak, proporsional, dan benar.
"Oleh karena itu, literasi digital akan dapat memberikan pemahaman bagi generasi muda tentang bagaimana memanfaatkan internet sebaik-baiknya. Dengan penggunaan internet yang benar dan tepat, hal itu dapat mendukung pengembangan pengetahuan dan kreativitas yang bermanfaat dalam kehidupan," tuturnya.
Muhammad Hasbi menambahkan, begitu banyak informasi yang beredar di dunia maya lewat berbagai platform. Namun, tak semua informasi yang viral tersebut mengandung kebenaran, bahkan ada beberapa di antaranya masuk kategori hoaks atau kabar bohong. Lantas, bagaimana menyikapi fenomena tersebut?
"Jadilah netizen yang cerdas dan beradab. Berkumpullah dengan komunitas yang baik, sharing informasi, tenangkan diri dan berfikir jernih dalam membuat konten, posting/sharing konten valid bermanfaat dan sampaikan secara santun," ucapnya.
Sementara itu, menurut Iksan Colly, ada sejumlah dampak dan tantangan dalam membuat konten positif. Dampaknya adalah membantu memudahkan orang mendapat informasi yang benar dan akurat, menghibur dan menginspirasi sesama, menciptakan personal branding yang kuat, serta berpotensi menambah nilai ekonomi.
"Tantangan untuk membuat konten positif adalah dibutuhkan dorongan besar untuk memulainya, serta harus lebih kritis dan bijak dalam mengambil keputusan," ungkapnya.
Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Tahun 2023, pengguna internet di Indonesia mencapai 215,62 juta atau setara 78,19 persen dari total populasi Indonesia. Di saat yang bersamaan, pertumbuhan pengguna yang masif ini membuka ruang yang lebih luas terhadap potensi meningkatnya penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), maupun internet.
Pengukuran status literasi digital Indonesia 2023 terhadap 38 provinsi melaporkan bahwa kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan TIK semakin membaik dalam setahun terakhir.
Indeks literasi digital Indonesia di awal 2023 ada di level 3,54 dari skala 1-5.
Artinya, secara umum literasi digital masyarakat Indonesia ada di level "sedang".
Indeks tersebut sedikit meningkat dibanding 2020 lalu yang ada di level 3,46.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









