Bos TA-PRO Berbagi Tips Mendapatkan Cuan dari Menjadi Konten Kreator di Hadapan Mahasiswa Unpam

AKURAT.CO Sedikitnya 150 mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) memenuhi Aula Rektorat di Kampus Pusat, Jalan Surya Kenana 1, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Rabu 23 Oktober 2024.
Mereka terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan jurnalistik video yang digelar oleh Akurat.co bekerjasama dengan Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpam, dan didukung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Acara pelatihan jurnalistik video di Unpam ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Akurat Go To Campus (AGTC) yang sudah berlangsung sejak tahun 2023, dan telah digelar di lebih 20 kampus di Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Baca Juga: Ratusan Kia Muda Se-Eks Karesidenan Kedu Siap Menangkan Pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin
AGTC merupakan ajang berbagi pengalaman atau tips bagaimana menjadi jurnalis video dan atau menjadi konten kreator yang menghasilkan banyak uang. Tema AGTC adalah: "Menjadi jurnalis video hebat dalam 120 menit".
Pembicara utama dalam AGTC di Unpam Tangsel ini adalah seorang konten kreator video yang cukup sukses, Tole Sutrisno.
Ia merupakan CEO TA-Pro Music Publishing, sebuah label musik dan manajemen artis yang menaungi sejumlah penyanyi top seperti Maulana Ardiansyah, Veve Zulfikar, Dara Ayu, Ochi Alvira, Bajol Ndanu, dan masih banyak lagi.
Nah, dalam AGTC di Unpam Tangsel ini, Tole membagikan kiat-kiat bagaimana memperoleh uang banyak (cuan) dari menjadi jurnalis video atau konten kreator.
Baca Juga: Survei Poltracking: Elektabilitas Ridwan Kamil-Suswono Unggul dengan 51,6 Persen Usai Debat Pertama
Menurutnya, cuan bisa didapatkan dari banyak sumber.
"Dari mana konten kreator mendapatkan cuan? bisa dari empat sumber, seperti endorse dan promosi berbayar, adsense, event invitation, bahkan jualan merchandise," jelas Tole.
Lebih terperinci, pria yang sudah malang-melintang di dunia jusrnalistik ini, mengatakan bahwa peluang cuan bisa didapatkan dengan memanfaatkan platform Youtube, Facebook, Instagram, TikTok.
Dengan menyajikan konten video yang menarik, mahasiswa dapat memperoleh pendapatan dari Youtube dengan google AdSense atau iklan untuk channel yang sudah dimonetasi.
Cuan atau revenue dari youtube bisa diperoleh dari google AdSense atau iklan untuk channel yang sudah dimonetesasi (syarat monetize; minimal 1.000 subscriber dan 4.000 jam penayangan).
Baca Juga: Pesan Pemimpin Umum Akurat kepada Mahasiswa Unpam di AGTC 2024: Jadilah Insan Multitalenta
"SuperChat dan SuperStickers bagi penonton yang ingin pesannya ditonjolkan. Selain itu juga dari youtube premium dalam bentuk komisi dan bisa juga untuk berjualan," katanya.
Peluang cuan lain, lanjutnya, bisa juga menawarkan affiliate marketing, dimana seorang content creator menyertakan tautan afiliasi dalam deskripsi video dan orang yang tertarik bisa mendapatkan komisidari penonton yang membeli produk dari tautan tersebut.
"Seorang kreator juga bisa menjual lisensi konten kepada masyarakat," katanya.
Semakin banyak viewer, biasanya akan semakin banyak revenue yang diperoleh. Sementara semakin lama watch time juga berpengaruh pada banyak AdSense yang masuk.
Baca Juga: Solar Radiance dan D’Best Group Resmikan PLTS Atap di Mal Panakkukang, Makassar
Untuk mendapatkan revenue yang bagus, seorang content creator harus bisa menyajikan konten-konten yang menarik.
Sementara untuk TikTok, cuan dapat diperoleh melalui konten bersponsor dengan cara mengunggah video yang mengikuti trend yang sedang naik/viral hingga TikTok challenge dengan konsisten.
Sementara untuk menghasilkan cuan dari TikTok bisa melalui konten bersponsor. Biasanya, seorang TikTokers bisa mempromosikan brand tertentu. Supaya bisa dilirik brand, jumlah follower harus banyak.
"Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan follower yang banyak, mulai dari menentu niche atau target pasar atau target audience, mengikuti trend yang sedang naik atau viral untuk mendapatkan FYP, mengikuti TikTok Challenge dan konsisten dalam meng-upload," jelasnya.
Cara mendapatkan uang dari TikTok juga bisa dengan menjadi influencer. Untuk bisa menjadi influencer yang dibidik oleh pemilik brand, akun TikToknya harus memiliki follower yang bagus dan engagement yang bagus juga.
Selain itu, tentu konten yang menarik. Menjadi affiliate marketing juga bisa menghasilkan cuan, karena TikTok saat ini ada TikTok Shop atau sejenis marketplace dimana di dalamnya terdapat fitur affiliate.
Baca Juga: Semarak AGTC di Unpam, Kampus dengan Mahasiswa Terbanyak di Asean
Terakhir, menurut Tole, keduanya memiliki potensi yang saling berkaitan dan dapat saling mendukung dalam promo sehingga menghasilkan revenue yang lebih besar.
"Yang saya lakukan saat ini adalah menggabungkan Youtube dan TikTok untuk saling mendukung dalam promo, sehingga menghasilkan revenue yang lebih besar. Caranya adalah menjadikan TikTok sebagai salah satu sarana promo konten yang ada di youtube," ungkapnya.
Kenapa Tole melakukan itu? "Karena pengalaman empiris saya menunjukkan bahwa untuk revenue, youtube jauh lebih menjajikan dibandingkan TikTok. Namun dari sisi promo, TikTok lebih efektif dibandingkan dengan youtube," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










