Akurat

Budaya Populer Dan Perubahan, Bagaimana Media Sosial Mempengaruhi Individu

Eko Krisyanto | 6 September 2023, 13:58 WIB
Budaya Populer Dan Perubahan, Bagaimana Media Sosial Mempengaruhi Individu

 

AKURAT.CO Dalam era digital yang terus berkembang, media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan seseorang di seluruh dunia.

Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia mencapai 215,63 juta orang pada periode 2022-2023.

Jumlah tersebut meningkat 2,67 persen dibandingkan pada periode sebelumnya yang sebanyak 210,03 juta pengguna.

Platform seperti Facebook, Instagram, Twitter dan TikTok yang sekarang paling digemari di semua kalangan telah mengubah cara seseorang dalam berinteraksi, berkomunikasi dan bahkan membentuk pandangan yang lebih luas tentang segala hal.

Individu bisa lebih mudah mendapatkan informasi dari berbagai platform, sehingga dapat memberikan perubahan pada beberapa hal, di antaranya:

  1. Pengaruh terhadap identitas budaya

Media sosial telah memungkinkan individu maupun kelompok untuk mengungkapkan dan memperkuat identitas budaya mereka. orang-orang dapat dengan mudah berbagi warisan budaya dari asal daerahnya. Menghasilkan kesadaran tentang masalah-masalah budaya tertentu, dan membentuk komunitas yang berbagi minat dan nilai-nilai serupa.

Misalnya, platform seperti Instagram memungkinkan penggunanya untuk memposting foto perayaan budaya mereka, mengenalkan resep tradisional asal daerah mereka, atau membagikan cerita suatu budaya lewat unggahan video pendek. Hal ini tentu mendorong keragaman budaya yang lebih besar dan dapat menghormati keberagaman itu sendiri.

  1. Komunikasi yang berubah

Tanpa sadar, media sosial telah mengubah cara seseorang berkomunikasi lho! Seseorang dapat terhubung dengan teman, keluarga, atau orang baru di seluruh dunia dalam waktu yang nyata, kemudian dari hal itu juga bisa berbagi pengalaman hidup dari setiap masing-masing individunya. Selain itu, setiap individu bisa mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia ini dan memilikki potensi besar untuk memperluas lingkaran sosial dan menjebatani jarak geografis.

Namun, di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru dalam bentuk komunikasi yang seringkali singkat dan terbatas. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan dalam berbicara secara mendalam atau berfokus pada topik yang kompleks.

  1. Pengaruh terhadap gaya hidup

Media sosial memengaruhi gaya hidup kita dengan menyajikan gambaran yang sering kali idealis tentang kehidupan orang lain. Ini bisa menciptakan tekanan sosial untuk mencapai standar tertentu dalam hal penampilan, kesejahteraan, atau prestasi. Tetapi di sisi lain, media sosial juga memberi kita akses ke informasi tentang gaya hidup sehat, kebiasaan yang baik, dan kesadaran akan kesehatan mental. Misalnya, banyak platform memiliki komunitas yang mendorong pola makan sehat, kebugaran dan perawatan diri serta hal positif lainnya.

  1. Aktivisme dan kesadaran sosial

Media sosial telah menjadi platform penting bagi aktivisme dan kesadaran sosial. Gerakan sosial seperti berusaha mengatasi permasalahan sampah yang dilakuan oleh Pandawara Group, atau banyaknya kegiatan relawan untuk membantu mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indoensia mendapatkan momentum melalui media sosial. Ini memungkinkan banyak orang untuk bersuara tentang isu-isu sosial yang penting dan memobilisasi dukungan untuk perubahan sosial. Media sosial juga memungkinkan warga dunia untuk melacak perkembangan dalam perjuangan hak asasi manusia dan membagikan informasi penting tentang isu-isu global.

  1. Dampak pada kesehatan mental

Paparan berlebihan terhadap media sosial juga telah dikaitkan dengan masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan perasaan kurang bernilai. Tekanan untuk selalu "tampil sempurna" di media sosial dan perbandingan dengan kehidupan orang lain dapat memengaruhi kesejahteraan emosional kita lho.

Oleh karena itu, penting untuk mempraktikkan pemakaian yang bijak dan sehat terhadap media sosial, seperti mengatur batas waktu dan berfokus pada interaksi yang positif saja.

Media sosial adalah alat kuat yang telah mengubah budaya populer dan perubahan sosial di seluruh dunia. Penting untuk menyadari pengaruhnya dan menggunakan platform ini secara bijak. Dengan kesadaran yang tepat, individu diharuskan dapat memaksimalkan manfaat media sosial sambil mengurangi dampak negatifnya pada kehidupannya.

Karena dalam era ini, semua orang dapat menjadi kontributor budaya populer dan memiliki tanggung jawab untuk membentuk budaya online yang positif dan inklusif.

Dengan demikian, pengguna dapat mengambil manfaat dari kemajuan teknologi ini sambil tetap menjaga keseimbangan dan kesehatan mental diri sendiri. (Ami Fatimatuz Zahro')

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK