Akurat

Mengenal Carok Bangkalan, Tradisi Duel Sajam Khas Madura yang Melegenda

Sultan Tanjung | 13 Januari 2024, 19:11 WIB
Mengenal Carok Bangkalan, Tradisi Duel Sajam Khas Madura yang Melegenda

AKURAT.CO Carok adalah tradisi duel menggunakan senjata tajam atau sajam yang berasal dari Madura, Jawa Timur.

Tradisi ini telah ada sejak zaman dahulu dan masih sering terjadi hingga saat ini dan menjadi khazanah budaya Nusantara Indonesia.

Carok biasanya dilakukan oleh dua orang atau lebih, dengan tujuan untuk menyelesaikan perselisihan atau balas dendam.

Asal Usul Carok

Asal usul carok masih belum diketahui secara pasti. Ada beberapa teori yang menjelaskan asal usul tradisi ini.

Salah satu teori mengatakan bahwa carok berasal dari tradisi sabung ayam yang juga populer di Madura.

Kedua ayam yang bertarung akan saling mencabik-cabik satu sama lain hingga salah satu dari mereka mati.

Hal ini kemudian ditiru oleh manusia, dengan menggunakan senjata tajam sebagai pengganti kuku ayam.

Teori lain mengatakan bahwa carok berasal dari tradisi perang antar suku di Madura. Pada zaman dahulu, suku-suku di Madura sering berperang untuk memperebutkan wilayah atau sumber daya.

Dalam perang tersebut, mereka menggunakan senjata tajam untuk membunuh musuhnya.

Baca Juga: Pendeta Saifuddin Ajak Duel Carok Mahfud MD, Politikus PKS Komentar Begini

Sejarah Carok

Carok telah ada sejak zaman dahulu dan telah menjadi bagian dari budaya Madura. Tradisi ini telah digambarkan dalam berbagai karya sastra Madura, seperti puisi, cerita rakyat, dan lagu-lagu.

Pada masa penjajahan Belanda, carok sering digunakan sebagai sarana perlawanan terhadap penjajah.

Para pejuang Madura menggunakan carok untuk melawan pasukan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, carok masih sering terjadi, terutama di daerah pedesaan Madura. Carok biasanya terjadi karena masalah sepele, seperti perselisihan antar keluarga atau tetangga.

Carok di Bangkalan

Bangkalan adalah salah satu daerah di Madura yang terkenal dengan tradisi caroknya. Carok di Bangkalan biasanya dilakukan oleh orang-orang yang berasal dari suku Madura asli.

Carok di Bangkalan memiliki aturan-aturan tertentu yang harus ditaati oleh kedua belah pihak yang terlibat.

Aturan-aturan tersebut antara lain:

  • Carok harus dilakukan secara terbuka, di tempat umum.
  • Carok harus dilakukan secara adil, tanpa ada bantuan dari orang lain.
  • Carok harus dilakukan sampai salah satu pihak mati.

Carok di Bangkalan telah menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat setempat. Tradisi ini telah menjadi identitas masyarakat Bangkalan dan telah diakui oleh pemerintah daerah.

Upaya Penanggulangan Carok

Pemerintah daerah Bangkalan telah berupaya untuk menanggulangi carok. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya carok.

Pemerintah juga memberikan bantuan hukum kepada korban dan keluarga korban carok. Selain itu, pemerintah juga memberikan pembinaan kepada anak-anak dan remaja untuk mencegah mereka terlibat dalam carok.

Upaya-upaya tersebut telah membuahkan hasil. Jumlah kasus carok di Bangkalan telah menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.