Akurat

Pesona Gunung Marapi Sumatera Barat yang Tak Pernah Sepi Pendaki

Sultan Tanjung | 4 Desember 2023, 11:40 WIB
Pesona Gunung Marapi Sumatera Barat yang Tak Pernah Sepi Pendaki

AKURAT.CO Gunung Marapi yang terletak di wilayah administrasi Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatra Barat, meletus pada hari Minggu (3/12/2023) sekitar pukul 14.54 WIB.

Letusan gunung berapi setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut ini ditandai oleh keluarnya kolom abu yang mengandung material vulkanik hingga ketinggian 3.000 meter dari puncak kawah, disertai dengan suara gemuruh.

Berdasarkan rekaman seismogram dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Marapi tercatat dengan amplitudo maksimum sebesar 30 mm dan durasi selama 4 menit 41 detik.

Baca Juga: Gunung Marapi di Sumatra Barat Kembali Meletus, Ini Catatan Riyawat Erupsi dan Letusannya

PVMBG pun telah merekomendasikan untuk wisatawan dan warga yang berada di sekitar Gunung Marapi untuk waspada, khususnya kepada pendaki untuk tidak melakukan kegiatan pendakian.

"Masyarakat di sekitar G. Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan melakukan kegiatan/mendekati Marapi pada radius 3 km dari kawah/puncak," imbau PVMBG dalam siaran persnya pada Minggu, (3/12).

Sebelumnya PVBMG pun telah menetapkan Gunung Marapi dalam status Level II atau Waspada.

"Berdasarkan hasil pengamatan, analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 3 Desember pukul 18.00 WIB, maka tingkat aktivitas Gunung Marapi masih tetap pada Level II (Waspada)." tegasnya.

Baca Juga: Begini Proses Evakuasi Remaja yang Jatuh di Lereng Gunung Marapi

Pesona Gunung Marapi

Terlepas dari kejadian meletusnya, Gunung Marapi memang menyimpan pesona bagi mayoritas pendaki untuk menaklukkannya.

Jalur pendakian yang biasa digunakan untuk melakukan pendakian adalah dari jalur Koto Baru.

Dilansir dari Situs Resmi Pemerintah Sumbar, terdapat banyak pemandangan yang bisa dinikmati selama mendaki seperti Hutan Bambu yang disebut penduduk lokal sebagai Parak Batuang.

Dari ketinggian yang disebut Pintu Angin, pendaki dapat melihat pemandangan Kota Padang Panjang.

Baca Juga: Hore! Pendakian Gunung Marapi di Sumatera Barat Bisa Kembali Dilakukan

Di Pintu Angin juga terdapat sumber air dan tempat camp yang bisa digunakan untuk beristirahat mengisi tenaga untuk melanjutkan pendakian.

Selanjutnya terdapat area bernama Cadas yang merupakan bebatuan yang menjadi leher Gunung Marapi. Ada beberapa jalur air di cadas ini. Jika tidak hujan maka air akan benar-benar sulit.

Semakin keatas pendaki dapat menemukan sebuah Tugu Abel yang namanya berasal untuk mengenang kepergian seorang yang bernama Abel dan di sana pula pendaki dapat melihat dua buah gunung bersanding kokoh yaitu Gunung Singgalang dan Gunung Tandikek.

Baca Juga: SAR: 8 Orang Pendaki Tersesat di Gunung Marapi

Tak jauh dari Tugu Abel terdapat sebuah tempat yang sangat luas berukuran kira-kira dua kali luas lapangan sepak bola. Tempat tersebut dinamai Lapangan Bola karena datar dan luas.

Material dasarnya yaitu pasir hitam yang berasal dari letusan Gunung Marapi dan bebatuan di sekitarnya.

Tak berapa jauh dari tempat tersebut terdapat dua buah kawah, yang satu tidak mengeluarkan asap dan satunya lagi masih aktif. Bau belerang perlahan mulai terasa di dekat kawah tersebut.

Selain dua kawah utama tersebut di titik lain juga terdapat kawah lain yang berukuran lebih kecil. Trek menuju Puncak Merpati lumayan terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat.

Di sebelah kanan terdapat jurang dan di sebelah kirinya dua kawah yang kami lewati sebelumnya.

Jika cuaca cerah dan tak ada kabut yang menghalangi pandangan, dari Puncak Merpati ini bisa melihat Danau Singkarak, Kota Solok, Gunung Talamau dan Gunung Kerinci dan juga Taman Edelweis.

Baca Juga: Gunung Marapi Sumatera Barat Kembali Meletus

Taman Edelweis sendiri menjadi primadona karena terhampar Bunga Edelweis yang sedang mekar. Bunga Edelweis merupakan flora khas puncak pegunungan.

Tidak di sembarang tempat bunga ini bisa tumbuh, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya diantarnya ketinggian dan suhu lingkungan.

Dalam satu rumpun, terdapat sekumpulan tangkai yang berbunga. Jarak antar kelompok sekitar 2-4 meter, dari kejauhan sungguh tampak mempesona.

Meski bunga ini sangat menarik, tapi sangat dilarang untuk memetiknya karena keberadaannya yang langka. Tujuannya jelas, agar bunga ini tetap lestari dan dapat dinikmati generasi seterusnya.

Taman Edelweis sendiri berbatasan langsung dengan Hutan Larangan. Sebenarnya masih ada satu puncak lagi di Gunung Marapi ini, yaitu Puncak Garuda, namun jarang diteruskan karena jarak yang jauh.

Sebelumnya dilansir dari situs resmi BNPB, sebanyak 47 pendaki dilaporkan terdampak erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Minggu (3/12). Dari data yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 19 pendaki sudah berhasil turun dan diselamatkan oleh tim gabungan. Artinya masih ada 28 pendaki yang belum berhasil turun.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Bambang Warsito, memastikan bahwa kabar yang sempat beredar tentang seorang pendaki meninggal dunia belum dapat diverifikasi.

Tim gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian dan pertolongan terhadap para pendaki yang belum berhasil turun. Oleh sebab itu, masyarakat diminta agar tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Masih simpang siur. Belum dapat dipastikan,” jelas Bambang Warsito.

Hingga saat ini pihaknya bersama BPBD Kabupaten Tanah Datar terus berkoordinasi dengan lintas instansi terkait guna memonitor perkembangan di lapangan, termasuk melakukan tindakan cepat apabila kembali terjadi aktivitas vulkanik susulan.

Di samping itu, BPBD Kabupaten Agam dan Tanah Datar juga terus memberikan imbauan kepada masyarakat, wisatawan dan pendaki untuk terus mengenakan masker, menyusul terjadinya abu vulkanik yang ditimbulkan atas erupsi Gunung Marapi.

Di sisi lain, khususnya bagi wisatawan maupun pendaki dilarang keras untuk melakukan aktivitas di radius 3 kilometer dari kawah utama.

Semoga Gunung Marapi kembali normal dan ramai para pendaki, dan tetap hati-hati dengan potensi erupsi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.