Hore! Pendakian Gunung Marapi di Sumatera Barat Bisa Kembali Dilakukan

AKURAT.CO Kabar gembira datang untuk para pecinta wisata pendakian gunung. Salah satu gunung di Sumatera Barat, yakni Gunung Marapi sudah bisa kembali didaki setelah ditutup hampir tiga bulan lamanya akibat pandemi virus corona COVID-19.
Melalui Instagram @marapi_singgalang, pengumuman penting mengenai pembukaan kembali Gunung Marapi disampaikan kepada warganet.
"Welcome back, jalur pendakian Marapi via Koto Baru sudah dibuka," caption akun tersebut melalui sebuah foto yang diposting.
Sebelumnya, salah satu pintu masuk objek wisata gunung berapi paling aktif di Sumatera itu ditutup sejak 24 Maret 2020 lalu, sebagai upaya antisipasi penyebaran COVID-19 di kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Meski telah dibuka, aturan baru untuk mendaki harus mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan guna mencegah penyebaran virus corona seperti wajib memakai masker, membawa hand sanitizer dan menjaga jarak fisik dan tempat berkemah.
Dikutip AkuratTravel dari beberapa sumber, pembukaan kembali Gunung Marapi dikarenakan berakhirnya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan berlakunya fase new normal atau tatanan kehidupan baru.
Selain itu, bagi para pendaki yang ingin menikmati wisata pendakian Gunung Marapi harus benar-benar dalam keadaan sehat dan menggunakan perlengkapan standar untuk mendaki.
Menurut info, para pendaki yang akan melakukan pendakian ke Gunung Marapi nantinya akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh terlebih dahulu, jika suhu tubuh normal maka pendakian akan diizinkan.
Selain itu juga akan ada pemeriksaan barang berupa masker, dan beberapa alat pendukung pendakian yang sesuai standar seperti sepatu outdoor, pakaian dan lain sebagainya. Jika ketahuan tidak membawa, maka akan akan diputar balik oleh petugas pendakian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini



