Akurat

Museum Ini Simpan Tandu Keramat Jenderal Sudirman Yang Berjuang Dengan Satu Paru-paru Saja

Deni Muhtarudin | 10 November 2023, 16:58 WIB
Museum Ini Simpan Tandu Keramat Jenderal Sudirman Yang Berjuang Dengan Satu Paru-paru Saja

AKURAT.CO - Membahas kisah heroik Jenderal Sudirman dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia memang tidak ada habisnya.

Salah satu yang menjadi ikonik dari kisah sang jenderal itu adalah ketika ia bergerilya dengan menggunakan tandu.

Jenderal Sudirman yang kala itu sedang sakit tuberkolosis dengan paru-paru yang hanya berfungsi sebelah, memaksakan diri untuk tetap berjuang membela kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

Hal itu membuat sang jenderal harus melakukan perjalanan selama 7 bulan dengan menggunakan tandu.

Baca Juga: Patung Jenderal Sudirman Tarik Minat Warga untuk Berfoto pada HUT DKI Jakarta

Semangat Jenderal Sudirman pun berhasil ditularkannya kepada masyarakat Indonesia kala itu.

Hal ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang turut serta mendampingi Jenderal Sudirman, bahkan rela membopong sang jenderal dengan tandu.

Bukti nyata kisah gerilya Jenderal Sudirman dengan tandu itu masih dapat disaksikan hingga saat ini.

Ialah Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman yang masih menyimpan tandu yang digunakan Jenderal Sudirman.

Museum yang terletak di Yogyakarta itu menyimpan tandu Jenderal Sudirman yang diketahui berukuran sekitar 1,5 meter dan terbuat dari kursi yang bagian atasnya ditutup dengan kain.

Kursi yang terlihat sederhana namun kokoh itu pun terlihat dililit tali yang digunakan untuk mengikat penutup atas kursi.

Baca Juga: 5 Manfaat Susu Beruang, Bisa Sembuhkan TBC

Di bagian kursi tandu juga terdapat bantal yang menjadi dudukan sang Jenderal. 

Selain itu, terdapat dua bambu panjang sebagai penopang untuk menggotong tandu yang ditempati Jenderal Sudirman itu.

Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman tak hanya menyimpan tandu sang jenderal, melainkan juga menyimpan dokar yang digunakan jenderal Sudirman, meski hanya replikanya saja.

Diketahui, sebelum sampai Semanu, perjalanan gerilya Jenderal Sudirman dari Playen dilakukan dengan menaiki dokar. 

Penggunaan dokar dan tandu untuk Jenderal Sudirman dalam perjalanan perang gerilya itu bukanlah tanpa alasan.

Sang jenderal bukannya tidak mau ikut berjalan kaki dengan pejuang lainnya, namun kondisi kesehatan lah yang memaksa Jenderal Sudirman harus menggunakan dokar dan tandu.

Saat perang gerilya, Jenderal Sudirman diketahui mengidap TBC. Bahkan ia melakukan perjalanan selama tujuh bulan itu dengan kondisi hanya memiliki satu paru-paru saja. 

Baca Juga: Jenderal Agus Dekat Dengan Jokowi, Bukan Ancaman Netralitas TNI

Tandu yang digunakan Jenderal Sudirman selama bergerilya tak hanya satu. Diketahui, terdapat 11 tandu yang salah satunya juga disimpan di Monumen Jogja Kembali (Monjali).

Tandu yang disimpan di Monjali itu didapat dari seorang warga Wonosari, dan merupakan tandu pertama sang jenderal. 

Selama menempuh perjalanan gerilya itu, Jenderal Sudirman tidak selamanya menggunakan tandu.

Ia pernah berjalan kaki, hingga menggunakan mobil.

Itu semua dilakukan Jenderal Sudirman dengan perhitungan medan tempur yang akan dilaluinya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.