Akurat

Gunung Salak dan Mitos Angker serta Pantangan yang Meliputinya

Sultan Tanjung | 2 November 2023, 15:25 WIB
Gunung Salak dan Mitos Angker serta Pantangan yang Meliputinya

AKURAT.CO – Gunung Salak merupakan salah satu gunung yang lokasinya cukup dekat dengan Jakarta dan cukup menjadi primadona yang menantang bagi para pendaki.

Meski bernama Gunung Salak, ternyata namanya sendiri bukan berasal dari Buah Salak akan tetapi dari berasal dari bahasa Sanskerta, salaka yang berarti " perak".

Jadi penamaan Gunung Salaka berarti “ Gunung Perak “. Sementara menurut Turangga Seta, nama asli dari Gunung Salak itu dulunya adalah Sapto Argo.

Gunung yang terletak di antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi ini memiliki tinggi 2.211 mdpl. Karena usianya yang cukup tua, gunung ini mengalami berbagai perubahan yang berdampak pada lahirnya tiga puncak pada Gunung Salak.

Puncak pertama dinamai Puncak Salak 1 (2.211 mdpl), lalu ada Puncak Salak II (2.180 mdpl), dan puncak ketiga adalah Puncak Sumbul (1.926 mdpl).

Tercatat gunung ini telah mengalami beberapa kali letusan yang dimulai dari tahun 1600-an. Tepatnya pada 1668-1699, tahun 1780, 1902-1903, tahun 1935, dan yang terakhir pada 1938.

Gunung Salak yang terkenal angker dan sulit, memang memiliki trek yang nggak mudah. Maka dari itu, nggak terlalu banyak pendaki yang rela menghabiskan akhir pekannya ke sini. Mending ke Gunung Gede atau Pangrango, yang sejatinya jauh lebih tinggi daripada Gunung Salak.

Tapi, kalau kamu emang petualang sejati, kamu bisa melewati beberapa jalur yang bisa kamu tempuh untuk mencapai puncak Salak.

Kamu bisa mengawali pendakianmu dari jalur Giri Jaya (Curug Pilung), atau bisa melewati jalur Pasir Reungit (Bogor).

Kalau kamu ingin jalur yang lebih enak dan cepat, kamu bisa lewat jalur Cidahu (Sukabumi) dan juga jalur Kutajaya (Cimelati).

Sebelum memutuskan untuk mendaki, Anda harus meminta izin terlebih dahulu kepada Kuncen sang penjaga Gunung Salak.

Demi keamanan  Mbah Idim Dimyati, penjaga situs suci Gunung Salak, mengatakan siapa pun yang ingin mendaki gunung tersebut harus meminta izin terlebih dahulu demi keselamatan dirinya.

Bukan apa-apa, namun Gunung Salak yang tidak jauh lebih tinggi dari gunung lain di Jawa Barat ini memiliki kekuatan magis yang tidak bisa diterima oleh logika.

Pasalnya gunung ini seolah memiliki gaya magnet yang seolah mampu menarik benda apapun yang ada di permukaannya.

Seperti banyak kecelakaan pesawat yang  terjadi di  Gunung Salak, itulah buktinya.

Konon kesaktian itu ada di Gunung Salak.

Dalam perjalanan mendaki, sempatkan mengunjungi makam Kyai Eyang Santri dan Muhammad Hasan Basri bin Bahaudi bin Mbah Gunung.

Selain kesombongan, ada pantangan lain yang harus kamu ikuti. Jangan pernah bertanya di mana letak salaknya.

Mbah Idim juga menyampaikan agar para survivor yang ingin mendaki Gunung Salak tidak boleh sombong dan menganggap remeh gunung tersebut.

Ada batasan yang harus Anda ikuti.

Seperti memetik bunga anggrek sepanjang perjalanan dan juga menanyakan tentang salak.

Ketika Anda tidak bisa menerima dan menghormati aturan yang ada, Anda akan berputar-putar lagi dan lagi.Ini seperti bermain.

Kejadian aneh terjadi ketika seorang pendaki tersesat di kawasan pegunungan Salak, padahal lokasi pendaki  masih berdekatan dengan pemukiman warga.

Ada pula pendaki yang mengalami dehidrasi parah padahal sumber air berada persis di sebelahnya.

Tapi mereka seolah nggak bisa melihat apa yang ada di sekitarnya, karena melanggar peraturan yang ada.

Jadi tertarik untuk mendaki Gunung Salak?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.