Asajj Ventress Jadi Bounty Hunter di Star Wars Black Series!
Eko Krisyanto | 30 Juli 2025, 16:33 WIB

AKURAT.CO Karakter ikonik dari dunia Star Wars yakni Asajj Ventress, kini hadir dengan tampilan baru sebagai bounty hunter dalam Star Wars: The Black Series garapan Hasbro. Figur ini menampilkan sisi berbeda dari Ventress yang selama ini dikenal sebagai pengguna Force dan mantan Sith, memperluas narasi karakter dalam semesta galaksi.
Hasbro mengumumkan peluncuran figur ini sebagai bagian dari ekspansi seri Black Series yang dikenal luas akan akurasi desain dan kualitas detail tinggi.
Figur Asajj Ventress versi bounty hunter ini hadir dengan balutan kostum gelap khas pemburu bayaran, lengkap dengan dua senjata dan titik artikulasi penuh yang memungkinkan pose dinamis.
Desain ini memberi nuansa baru yang memperkaya latar belakang Ventress, menjauhkan citranya dari masa lalu sebagai murid Count Dooku dan lebih mendekatkannya pada karakter yang berjuang atas pilihannya sendiri.
Dilansir dari StarWars.com, inspirasi desain figur ini berasal dari komik Star Wars: Dark Disciple serta materi yang tidak jadi ditayangkan dari serial The Clone Wars. Hasbro juga mengatakan, “kami ingin menghadirkan sisi baru Ventress yang belum banyak diketahui penggemar, dan bentuk bounty hunter-nya adalah cara sempurna untuk melakukannya.” Hal ini menunjukkan bahwa Hasbro tidak hanya fokus pada karakter utama, tetapi juga berani mengangkat tokoh-tokoh dengan kisah mendalam dan kompleks.
Pre-order untuk figur ini sudah dibuka sejak musim gugur 2025 dan tersedia di Hasbro Pulse.
Dengan detail yang mengesankan dan narasi alternatif yang kuat, Asajj Ventress dalam wujud bounty hunter ini menjadi salah satu rilisan paling menarik tahun ini.
Tidak hanya sebagai koleksi, figur ini juga menjadi representasi evolusi karakter yang dulunya berada di sisi gelap, kini menjelajahi jalannya sendiri sebagai pemburu bayaran.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









