Trailer Film Kuyank Rilis, Horor Folklore Cinta yang Tertekan Jadi Teror
Sri Agustina | 24 Desember 2025, 23:17 WIB

AKURAT.CO Industri film Tanah Air akan kehadiran film terbaru bergenre horor folklore yang berjudul Kuyank.
Film yang menceritakan kisah horor yang berangkat dari konflik paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: cinta, keluarga, dan tekanan sosial.
Dirilis bertepatan dengan Hari Ibu, Kuyank menyoroti perjuangan seorang perempuan yang berusaha mempertahankan rumah tangganya di tengah belenggu kepercayaan adat, tuntutan keluarga, serta norma yang perlahan mempersempit ruang pilihan.
Dari konflik itulah benang merah cerita terbentuk, yakni cinta yang berubah menjadi kutukan.
Dalam trailer resminya, Kuyank memperlihatkan ketegangan yang dibangun secara perlahan.
Konflik yang dihadirkan terasa dekat dengan realitas, mulai dari tekanan adat hingga intervensi keluarga yang ikut menentukan arah hubungan.
Saat jalan keluar semakin tertutup, horor muncul bukan sebagai kejutan semata, melainkan sebagai akibat dari tekanan yang tak tertahankan.
Poster resmi Kuyank turut memperkuat identitas film sebagai horor folklore bernuansa kelam.
Visual utama menampilkan sosok Kuyank yang muncul dari sebuah gentong di tengah rumah kayu yang dingin dan berkabut.
Gambaran tersebut seolah menegaskan bahwa teror dalam film ini lahir dari sesuatu yang lama disimpan, ditekan, lalu akhirnya meledak.
Kehadiran penanda “Saranjana The Prequel” juga mengisyaratkan keterhubungan cerita KUYANK dengan semesta yang lebih luas.
Produser Victor G. Pramusinto menegaskan bahwa horor dalam Kuyank tidak hadir secara instan, melainkan tumbuh dari konflik emosional para karakternya.
“Di Kuyank, teror tidak datang mendadak. Dia tumbuh dari cinta yang ditekan, dari keputusan yang makin sempit, sampai akhirnya berubah menjadi kutukan. Kami ingin penonton peduli dulu pada manusianya, karena dari situlah rasa takutnya terasa nyata,” ujar Victor di kawasan Cawang, Jakarta Selatan, Senin (22/12/2025).
Sutradara Johansyah Jumberan menambahkan bahwa meski berakar pada folklore, emosi yang diangkat bersifat universal dan dekat dengan banyak orang.
“Yang kami angkat adalah folklore sebagai akar, tapi emosinya universal. Kuyank bicara tentang cinta dan tekanan, tentang keluarga, dan tentang batas yang kalau dilampaui bisa mengubah segalanya,” ucapnya.
Sementara itu, pemeran utama wanita Putri Intan Kasela mengungkap tantangan terbesar dalam membawakan karakter di film ini adalah membangun rasa tertekan yang terus meningkat.
“Yang paling menantang adalah membangun rasa ‘terhimpit’ itu. Karena saat tekanan memuncak, penonton akan mengerti kenapa ketakutan dan keputusasaan di film ini terasa personal,” kata Putri.
Film KUYANK dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 29 Januari 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









