Chef Arnold Bahas Rincian Harga Bahan Makan Siang Gratis, Netizen: Gak Ada Pengalaman ke Pasar!

AKURAT.CO Baru-baru ini, Chef Arnold menjadi perbincangan netizen usai dirinya membagikan postingan tentang rincian harga bahan program makan siang gratis senilai Rp15 ribu milik Prabowo-Gibran.
Diketahui, juri MCI itu mendukung program makan siang gratis paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran secara terang-terangan. Namun, postingan Chef Arnold mengenai rincian harga bahan makan siang gratis itu panen hujatan dari berbagai netizen.
Baca Juga: Program Makan Siang Gratis Jangan Sampai Gunakan Anggaran Pendidikan
Tak hanya itu, hashtag Arnold juga menjadi trending topik di X lantaran adanya ketidaksesuaian rincian harga bahan makan siang gratis itu di pasaran. Memang, program makan siang gratis milik Prabowo-Gibran masih terus menjadi perbincangan netizen.
Selain itu, marak rumor yang beredar bahwa anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program makan siang gratis senilai Rp15 ribu per orang. Dengan begitu, Chef Arnold mencoba untuk memberikan rincian harga bahan makan siang gratis itu.
Meskipun anggaran tersebut belum diputuskan, namun netizen sudah merasa tidak puas karena jumlahnya dianggap kurang. Sebaliknya, menurut juri MCI, anggaran sebesar Rp15 ribu dianggap sudah memadai karena banyak pilihan yang dapat dijalankan dengan nominal tersebut.
Berikut ini rincian harga bahan makan siang gratis senilai Rp15 ribu oleh Chef Arnold yang sedang menjadi perbincangan netizen di sejumlah media sosial, terutama platform X.
“Jangan Omdo. Baik sini coba dirinci harga beras 18 ribu/kg, 1 porsi 50 gram beras = 900 rupiah (belum berat jadi nasi), telur 17 ribu/kg 1 butir 70 g'an = 2 butir 2400'an," tulis Chef Arnold dikutip pada Senin (4/3/2024).
Selain itu, ia juga memberikan perkiraan harga bahan program makan siang gratis itu, seperti daging ayam yang diestimasi seharga Rp20 ribu per kilogram serta sayur-mayur lainnya.
“Ayam 20 ribu/kg 1 porsi 100 gram= 2000, sayur-sayur brokoli, wortel, pak choy pukul rata-rata 25 ribu/kg 1 porsi 150 gram (sebelum penyusutan) = 3750, bumbu, minyak, seasoning dll anggap 4.000. Total kurang lebih Rp 13,050 pake daging sapi mungkin bisa lebih mahal dikit. Ada lagi yang mau ditanya? Selain Omdo omdo," tuturnya.
Tentu saja, rincian yang sudah dituliskan oleh Chef Arnold tersebut menjadi sorotan netizen, bahkan postingan tersebut dipenuhi oleh komentar dari netizen yang kurang setuju dengan pendapat dari sang ched tersebut.
Sebagian netizen merasa bahwa rincian bahan makan siang gratis itu tidak sesuai dengan realitas harga di pasaran sehingga netizen kesal dengan hitung-hitungan yang telah dibuat itu.
Hal ini disebabkan oleh ketidaksetaraan harga bahan makanan di setiap daerah di Indonesia. Selain itu, netizen menganggap bahwa Chef Arnold tidak memahami situasi harga bahan makanan yang sebenarnya di pasaran.
“Ini harga pasar di mana? Terakhir beli telur 32k/ kg daerah Tangsel. Ayam 30-an juga,” cuit akun @nii***.
Chef Arnold pun menjawab pertanyaan netizen tersebut dengan santai bahwa harga tersebut agar sesuai hanya perlu mengurangi satu butir telur saja.
“Ya kurangin aja telur 1 butir aman," jawab Chef Arnold.
Hal ini semakin memicu kemarahan netizen. Kritik semakin mengalir karena ia hanya memberikan pernyataan tanpa melakukan penelitian terhadap kondisi harga bahan makanan di pasar.
"Keliru ngitung tinggal dibales, yaudah kurangin aja..Enak banget," balas akun @hrv***.
"Dr awalnya udah ngaco sih, harusnya sekelas chef nasional survey dulu harga yg bener berapa, baru ngetwit jgn ngasal," tutur akun @_kan***.
Tidak sampai disitu, Chef Arnold masih menanggapi komentar dari netizen tersebut dan mengatakan bahwa jawabannya sempat keliru dan harus diperbaiki dahulu. Namun, netizen sudah terlanjur geram dengan sikap dari juri MCI itu.
"Baru cek iya 500g, bentar di adjust," balas Chef Arnold.
"Iya dia ahlinya. Sampai harga stok resto dia masukin," tutur akun @VA_***.
Baca Juga: Anggaran Makan Siang Gratis Rp15 Ribu Dikritik, Demokrat: Namanya Juga Uji Coba
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







